Jakarta, oegopost.id – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat stok ketahanan pangan Indonesia. Langkah ini dinilai penting di tengah ketidakpastian krisis global.
Ia menyampaikan hal itu saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur.
Acara tersebut juga diikuti secara daring dari Jakarta pada Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kondisi pangan dunia yang masih tertekan konflik di berbagai wilayah.
Stok Beras Aman, Permintaan Ekspor Meningkat
Prabowo menyebut stok beras Indonesia masih aman. Ia menilai pasokan dalam negeri cukup untuk kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, ia melihat permintaan dari luar negeri justru meningkat.
Beberapa negara mulai mencari pasokan pangan dari Indonesia. Hal ini terjadi karena sejumlah negara membatasi ekspor mereka.
India dan Bangladesh termasuk yang memperketat ekspor untuk menjaga kebutuhan dalam negeri.
Meski begitu, Prabowo meminta pemerintah tetap berhati-hati. Ia menegaskan kebutuhan rakyat harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah tidak boleh mengutamakan ekspor jika stok dalam negeri belum kuat.
Kemandirian Pangan Jadi Fokus Pemerintah
Presiden menekankan pentingnya kemandirian pangan. Ia ingin Indonesia tidak bergantung pada impor. Ia juga menyebut keberhasilan pangan nasional lahir dari kerja banyak pihak.
Petani memegang peran utama dalam produksi pangan. TNI dan Polri juga ikut membantu di lapangan. Kolaborasi ini memperkuat ketahanan pangan nasional.
Prabowo menegaskan kebijakan pangan tidak hanya soal harga murah. Ia menilai yang lebih penting adalah ketersediaan pangan yang stabil. Negara harus mampu memenuhi kebutuhan rakyat sendiri.
Koperasi Desa Didorong Perkuat Ekonomi Pangan
Presiden juga menyoroti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menyebut koperasi ini dapat memperkuat distribusi pangan.
Koperasi juga membantu petani menjual hasil panen.
Pemerintah telah menyiapkan 1.061 koperasi yang siap berjalan. Terdiri dari 530 unit di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah.
Hingga pertengahan Mei 2026, pemerintah juga membangun ribuan gerai koperasi.
Targetnya mencapai 80.000 gerai dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara juga memperluas pembangunan koperasi baru.
Sekitar 30.000 koperasi ditargetkan beroperasi penuh pada Agustus 2026.(ar)









