Jakarta, oegopost.id –-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pasar saham Indonesia kini semakin transparan dan kompetitif di tingkat global. OJK terus mendorong keterbukaan informasi untuk meningkatkan kepercayaan investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan langkah ini, OJK memperkuat fondasi pasar modal agar lebih sehat dan berdaya saing.
Selain itu, OJK menilai transparansi sebagai kunci utama dalam menarik minat investor. Ketika informasi tersedia secara terbuka, investor dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat dan terukur. Oleh karena itu, OJK terus mempercepat berbagai kebijakan yang mendukung keterbukaan pasar.
Transparansi Pasar Semakin Kuat
OJK bersama Bursa Efek Indonesia menjalankan berbagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi pasar modal. Salah satu langkah penting adalah publikasi data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen secara rutin. Kebijakan ini membuka akses informasi kepemilikan saham kepada publik secara lebih luas.
Selanjutnya, OJK memperluas kategori investor dari 9 menjadi 39 kategori. Dengan perubahan ini, pasar mencatat profil investor secara lebih rinci dan terstruktur. Investor pun dapat memahami komposisi pasar dengan lebih jelas.
Di sisi lain, OJK juga menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan ini mendorong likuiditas saham agar lebih aktif diperdagangkan di pasar. Dengan demikian, pergerakan saham menjadi lebih dinamis dan transparan.
Penguatan Sistem dan Pengawasan
Selain kebijakan tersebut, OJK juga menerapkan sistem High Shareholding Concentration (HSC). Sistem ini memberikan peringatan dini kepada investor terkait risiko kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi. Dengan adanya sistem ini, investor dapat mengantisipasi potensi risiko sejak awal.
Tidak hanya itu, OJK juga mewajibkan setiap emiten melaporkan Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir. Kebijakan ini membuka struktur kepemilikan perusahaan secara lebih jelas dan akurat.
Dorong Daya Saing Global
Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berhasil mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih transparan, modern, dan kredibel. Selain itu, kebijakan ini juga menyesuaikan standar pasar modal Indonesia dengan praktik internasional.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat regulasi dan pengawasan pasar. Dengan strategi ini, OJK menargetkan peningkatan kepercayaan investor sekaligus memperluas partisipasi di pasar modal Indonesia. ***









