Persidangan Korupsi Perumda Tirta Mayang Jambi: Kuasa Hukum Terdakwa Desak Hakim Hadirkan Pelapor Bripka F

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim hukum Terdakwa kasus korupsi Perumda Tirta Mayang Jambi minta hakim hadirkan pelapor Bripka F di sidang Tipikor PN Jambi.(poto: jamberita.com).

Tim hukum Terdakwa kasus korupsi Perumda Tirta Mayang Jambi minta hakim hadirkan pelapor Bripka F di sidang Tipikor PN Jambi.(poto: jamberita.com).

Jambi, oegopost.id – Persidangan perkara dugaan korupsi Perumda Tirta Mayang Jambi terkait pengadaan bahan kimia sucolite memasuki babak baru di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (30/7/2026). Tim kuasa hukum terdakwa menilai persidangan ini membutuhkan kejelasan mengenai kronologi awal pemicu munculnya kasus tersebut.

Kuasa hukum Terdakwa Rusdi Wahab (Direktur PT DHS) secara resmi mengajukan permohonan khusus kepada Majelis Hakim. Pihaknya meminta majelis hakim menghadirkan sosok pelapor perkara ini, yaitu seorang oknum polisi berinisial Bripka F.

Alasan Pengacara Meminta Bripka F Hadir Di Persidangan

Penasihat Hukum Terdakwa Rusdi Wahab, Rustam Efendi, melayangkan permohonan tersebut secara terbuka di ruang sidang PN Jambi. Langkah hukum ini diambil setelah timnya mengamati deretan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terkesan tidak tahu-menahu mengenai awal mula perkara.

“Kami ingin Saudara Fauzi (Bripka) itu dihadirkan di persidangan ini, supaya ada titik terang persoalan ini dan kita periksa bersama-sama seperti apa,” tegas Rustam Efendi saat memberikan keterangan di PN Jambi.

Rustam menegaskan bahwa kehadiran Bripka F menjadi kunci penting untuk menguji fakta hukum di hadapan majelis hakim. Tim penasihat hukum ingin menggali asal-usul dokumen internal perusahaan yang bisa berada di tangan pelapor.

Baca Juga :  Sidang Kasus Sucolite Tirta Mayang Jambi Saksi Ahli JPU Ringankan Terdakwa

Selain itu, tim kuasa hukum berencana mendalami kronologi dasar yang menjadi acuan polisi dalam merumuskan laporan dugaan tindak pidana korupsi ini. Pihaknya menilai transparansi proses awal laporan akan membuka fakta yang sebenarnya dalam persidangan.

Kesaksian Lima Saksi Kunci Dalam Persidangan Kasus Korupsi

Pada persidangan yang sama, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan lima saksi kunci untuk memperkuat pembuktian perkara. Para saksi tersebut terdiri dari mantan jajaran direksi, pihak manajemen produksi, hingga anggota Dewan Pengawas perusahaan.

JPU menghadirkan mantan Dirut Dwike Riantara, mantan Dirak Sahat, serta mantan Plt Dirut Masrizal. Selain jajaran mantan direksi, jaksa juga memanggil Manajer Produksi Gustoni dan anggota Dewan Pengawas (Dewas) Rita Riani yang sempat absen pada persidangan sebelumnya.

Persidangan berlangsung dinamis ketika Penasihat Hukum Terdakwa Heri Fitriadi mulai memfokuskan pertanyaan kepada saksi Rita Riani. Kuasa hukum mencecar posisi Rita yang menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas sekaligus merangkap Sekretaris Dewas.

Tim pengacara mengarahkan cecaran pertanyaan pada aspek pelaksanaan fungsi pengawasan internal perusahaan. Selain itu, pengacara juga mempertanyakan isu sensitif terkait dugaan kebocoran dokumen internal Perumda Tirta Mayang ke pihak luar.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI

Penjelasan Dewan Pengawas Mengenai Pengawasan Bahan Kimia Sucolite

Di hadapan majelis hakim, Rita Riani memberikan penjelasan mendalam terkait batasan tugas dan wewenang Dewan Pengawas. Ia menegaskan bahwa Dewas menjalankan pengawasan berbasis pada laporan resmi direksi, bukan operasional teknis lapangan.

“Apakah Saudara saksi turut bertanggung jawab menjaga kerahasiaan dokumen perusahaan? Pernah membocorkan kepada pihak tertentu tanpa sepengetahuan direksi?” cecar Penasihat Hukum di dalam ruang sidang.

Rita Riani menjawab pertanyaan tajam tersebut dengan sikap tegas di hadapan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum. “Tidak pernah,” jawab Rita secara langsung saat menepis tuduhan kebocoran dokumen perusahaan.

Ia juga membantah tuduhan mengenai adanya pertemuan rahasia antara pihak Dewan Pengawas dengan penyedia barang dari PT DHS. Rita menekankan bahwa seluruh proses pengawasan yang berjalan selama ini tidak menemukan adanya penyimpangan dalam pengadaan bahan kimia sucolite.

Majelis hakim kemudian menunda jalannya persidangan setelah mendengarkan seluruh keterangan saksi yang hadir. Pengadilan Tipikor Jambi dijadwalkan kembali menggelar sidang lanjutan pada minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi internal Perumda Tirta Mayang Jambi lainnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bersaksi di PN Jaktim, Siap Tunjukkan Ijazah Asli UGM
Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan
Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura
MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran
Korupsi DPRD Merangin: Kejati Sita 2 Mobil Hybrid dan Emas
Polisi Tangkap 8 Penyerang Mako Polres Merangin
Polda Jambi Sita 3,5 Kg Emas Ilegal dan Jerat 71 Tersangka
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:20 WIB

Jokowi Bersaksi di PN Jaktim, Siap Tunjukkan Ijazah Asli UGM

Rabu, 4 November 2026 - 15:14 WIB

Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 07:04 WIB

Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan

Minggu, 1 November 2026 - 09:38 WIB

Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:30 WIB

MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran

Berita Terbaru

Suasana pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat IHSG melonjak hingga 2,76 persen.(poto: AI).

Ekonomi

IHSG Hari Ini Tembus Level 5.000, Rupiah Justru Melemah

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:31 WIB

Seorang pekerja memeriksa status penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui smartphone di sela jam istirahat.(poto: AI).

Ekonomi

Cara Cek BSU November 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:27 WIB