Jakarta, oegopost.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia.
Ia merujuk pada data Bank Dunia yang menempatkan Indonesia di peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi dan peringkat keempat sebagai negara dengan paparan bencana paling besar.
Data Internasional Menunjukkan Tingginya Kerentanan Indonesia
Suharyanto menjelaskan bahwa penilaian tersebut muncul berdasarkan kondisi geografis, tingkat kerentanan wilayah, serta kepadatan penduduk.
Ia menyampaikan pernyataan itu dalam rilis resmi BNPB yang diterima pada Selasa, 12 Mei 2026.
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang membuatnya rawan terhadap berbagai bencana alam.
Suharyanto menegaskan bahwa kondisi ini memicu sering terjadinya gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api.
Selain itu, sejumlah wilayah juga menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor yang terjadi hampir setiap tahun.
Indonesia Memiliki Potensi Alam Sekaligus Ancaman Bencana
Suharyanto menilai Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah dan bentang alam yang indah. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut juga membawa risiko besar terhadap bencana alam.
Ia menyebut Indonesia sering mendapat julukan “laboratorium bencana” dari dunia internasional karena beragam jenis bencana dapat terjadi di wilayahnya.
Ia juga membandingkan Indonesia dengan Filipina yang menempati posisi lebih tinggi dalam beberapa indikator risiko.
Filipina secara rutin menghadapi topan, sementara Indonesia memiliki jenis ancaman bencana yang lebih beragam, termasuk aktivitas vulkanik dan bencana hidrometeorologi.
Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Memiliki Kerawanan
Suharyanto menegaskan bahwa hampir tidak ada wilayah di Indonesia yang benar-benar bebas dari risiko bencana.
Ia menjelaskan bahwa Kalimantan relatif lebih aman dari gempa bumi dan tsunami, namun wilayah tersebut tetap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan setiap tahun.
BNPB menekankan pentingnya penguatan mitigasi, edukasi kebencanaan, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai wilayah Indonesia.(ar)









