Selat Malaka Jalur Perdagangan Makin Penting di Tengah Ancaman Gangguan Jalur Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Malaka menjadi jalur perdagangan dan energi dunia yang vital dengan arus kapal tinggi, risiko keamanan, serta peran penting bagi ekonomi global. ( Poto : Liputan6.com )

Selat Malaka menjadi jalur perdagangan dan energi dunia yang vital dengan arus kapal tinggi, risiko keamanan, serta peran penting bagi ekonomi global. ( Poto : Liputan6.com )

Jakarta, oegopost.id – Ketegangan di Selat Hormuz membuat dunia mengalihkan perhatian ke jalur pelayaran lain yang strategis.  Selat ini membentang sekitar 900 kilometer dan menghubungkan Asia Timur dengan Timur Tengah hingga Eropa. Selat Malaka jalur perdagangan dunia dilalui hampir seperlima aktivitas pelayaran global setiap tahun.

Jalur Utama Perdagangan Minyak Dunia

Selat Malaka menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas. Negara besar seperti China, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada rute ini. Energy Information Administration Amerika Serikat menyebut Selat Malaka sebagai chokepoint minyak terbesar di dunia. Dalam beberapa kondisi, jalur ini bahkan lebih penting daripada Selat Hormuz.

Pada paruh pertama 2025, pengiriman minyak melalui Selat Malaka mencapai 23,2 juta barel per hari. Angka ini setara dengan 29 persen perdagangan minyak laut global.

Arus Kapal Terus Meningkat

Otoritas Malaysia mencatat kenaikan jumlah kapal yang melintas di selat ini. Lebih dari 102.500 kapal melewati Selat Malaka sepanjang 2025. Tahun sebelumnya, jumlahnya sekitar 94.300 kapal.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Data ini menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan laut yang sangat tinggi. Namun, kondisi ini juga menambah tekanan pada jalur pelayaran. Selat Malaka memiliki titik paling sempit sekitar 2,7 kilometer. Kondisi ini membuat kapal harus berhati-hati saat melintas.

Kepadatan kapal sering menimbulkan risiko tabrakan. Selain itu, tumpahan minyak juga bisa terjadi jika terjadi kecelakaan. Kedalaman laut yang terbatas juga menjadi masalah. Kapal besar tidak selalu bisa melewati jalur ini. Banyak kapal memilih rute lain melalui selatan Indonesia. Rute ini lebih jauh dan lebih mahal.

Ancaman Keamanan Masih Ada

Selat Malaka juga menghadapi ancaman pembajakan. ReCAAP Information Sharing Centre mencatat sekitar 104 kasus kejahatan laut dalam satu tahun terakhir. Jumlah ini mulai menurun, tetapi risiko masih ada. China sangat bergantung pada Selat Malaka. Sekitar 75 persen impor minyak laut China melewati jalur ini. Hal ini membuat stabilitas selat sangat penting bagi ekonomi global.

Baca Juga :  Mutasi ASN ke Daerah 3T Diperkuat, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Ketegangan di kawasan lain seperti Laut China Selatan dan Selat Taiwan juga meningkatkan kekhawatiran gangguan perdagangan dunia.

Negara Kawasan Sepakat Jaga Selat Tetap Terbuka

Singapura menegaskan bahwa semua kapal memiliki hak lintas bebas di Selat Malaka. Pemerintahnya tidak akan membatasi atau mengenakan biaya tambahan.

Malaysia juga menegaskan kerja sama patroli dengan negara tetangga. Mereka berusaha menjaga keamanan jalur pelayaran bersama-sama. Indonesia menyatakan hal serupa. Pemerintah Indonesia tidak akan mengenakan tarif untuk kapal yang melintas. Mereka sepakat bahwa Selat Malaka jalur perdagangan dunia harus tetap terbuka, aman, dan bebas hambatan sesuai hukum laut internasional (UNCLOS).***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Thomas Cup 2026
Augustijn Michiels Orang Terkaya di Jawa Abad ke-19 Punya 320 PRT
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Juni, Ini 14 Tunjangan yang Tidak Masuk Pembayaran
Haji 1447 H 2026: 15.349 Jamaah RI Sudah Terbang ke Arab Saudi
Makkah Route haji Indonesia 2026: Sistem Baru yang Bikin Ibadah Lebih Mudah dan Terintegrasi
Dewan Pers dan Kemenkum Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik
5 Tanda Seseorang Berpotensi Menjadi Pemimpin Hebat
Kuliner Nusantara Kuno: 8 Makanan Tradisional yang Masih Eksis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 23:00 WIB

Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Thomas Cup 2026

Senin, 27 April 2026 - 09:00 WIB

Augustijn Michiels Orang Terkaya di Jawa Abad ke-19 Punya 320 PRT

Sabtu, 25 April 2026 - 23:00 WIB

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Juni, Ini 14 Tunjangan yang Tidak Masuk Pembayaran

Sabtu, 25 April 2026 - 19:00 WIB

Haji 1447 H 2026: 15.349 Jamaah RI Sudah Terbang ke Arab Saudi

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00 WIB

Selat Malaka Jalur Perdagangan Makin Penting di Tengah Ancaman Gangguan Jalur Energi

Berita Terbaru

Empat tim telah memastikan lolos ke perempat final Thomas Cup 2026, yakni India, China, Jepang, dan Malaysia.( Poto : dok. PBSI/ CNN Indonesia ).

Nasional

Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Thomas Cup 2026

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:00 WIB