Lonjakan Harga Cabai Rawit Menekan Pedagang Nasi Pecel di Madiun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Cabai Rawit Madiun masih tinggi dan menekan pedagang nasi pecel di Kota Madiun.(  ilustrasi Poto : Suara.com ).

Harga Cabai Rawit Madiun masih tinggi dan menekan pedagang nasi pecel di Kota Madiun.( ilustrasi Poto : Suara.com ).

Madiun, oegopost.id – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional masih bertahan tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini langsung memengaruhi biaya bahan baku makanan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang bergantung pada cabai sebagai bahan utama masakan.

Di Kota Madiun, lonjakan harga tersebut terasa nyata bagi pedagang nasi pecel yang setiap hari menggunakan cabai rawit untuk membuat sambal.

Harga yang sebelumnya berada pada level normal kini belum kembali stabil.

Kondisi Harga di Pasar Besar Madiun

Aktivitas perdagangan cabai di Pasar Besar Kota Madiun menunjukkan fluktuasi harga yang cukup tajam.

Dalam tiga bulan terakhir, harga cabai rawit sempat melonjak hingga kisaran Rp80.000–Rp90.000 per kilogram sebelum akhirnya turun ke sekitar Rp66.000–Rp68.000 per kilogram.

Meski mengalami penurunan, harga tersebut masih jauh lebih tinggi dibanding harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Dampak Terhadap Pedagang Nasi Pecel

Sri Handayani, seorang pedagang nasi pecel di Madiun, menyesuaikan operasional usahanya akibat kenaikan harga cabai.

Baca Juga :  Rupiah Melemah Rp 17.601 , Pemerintah dan Akademisi Berbeda Sikap

Ia mengurangi jumlah pembelian cabai rawit dari satu kilogram menjadi hanya setengah kilogram agar modal tetap mencukupi.

Penyesuaian ini ia lakukan karena cabai rawit menjadi komponen penting dalam pembuatan sambal pecel.

Kenaikan harga secara langsung menekan biaya produksi harian, sehingga ia harus mengatur ulang porsi belanja bahan baku tanpa mengurangi aktivitas berjualan.

Faktor Penyebab Kenaikan Harga

Pedagang cabai menjelaskan bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai rawit.

Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banyak tanaman cabai rusak dan gagal panen di sejumlah daerah produksi.

Kondisi tersebut mengurangi pasokan cabai ke pasar. Ketika pasokan menurun sementara permintaan tetap tinggi, harga cabai otomatis meningkat.

Situasi ini juga berdampak pada cabai jenis lain seperti cabai keriting yang ikut mengalami kenaikan harga.

Baca Juga :  APINDO Minta DJP Jelaskan Rencana Pemeriksaan Peserta PPS

Perubahan Pola Belanja Konsumen

Kenaikan harga cabai tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga pada perilaku konsumen. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah pembelian cabai.

Jika sebelumnya konsumen dapat membeli hingga tiga kilogram sekaligus, saat ini sebagian besar hanya membeli sekitar satu kilogram untuk menekan pengeluaran.

Ari Tri, pedagang cabai di pasar tersebut, mencatat penurunan daya beli masyarakat setelah harga naik.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor dominan yang memengaruhi ketersediaan stok di pasar.

Harapan Stabilitas Harga Pangan

Para pedagang berharap harga cabai rawit dapat segera kembali stabil.

Mereka menilai kestabilan harga sangat penting agar usaha kecil seperti penjual nasi pecel dapat beroperasi dengan normal tanpa harus terus menekan jumlah bahan baku.

Situasi ini menunjukkan bahwa perubahan cuaca dan pasokan pertanian memiliki dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat kecil, terutama pelaku usaha makanan yang sangat bergantung pada komoditas cabai.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi
Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Rupiah Tembus Rp 17.668, Pasar Keuangan Tertekan dan BI Bersiap Ambil Langkah
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Rupiah Melemah Rp 17.601 , Pemerintah dan Akademisi Berbeda Sikap
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Mengalami Penurunan di Pegadaian
Prabowo Perkuat Stok Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Lonjakan Harga Cabai Rawit Menekan Pedagang Nasi Pecel di Madiun

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:00 WIB

Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:41 WIB

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.668, Pasar Keuangan Tertekan dan BI Bersiap Ambil Langkah

Berita Terbaru

Promo ruko JBC Mei 2026 ( Poto : istimewa ).

Bisnis

Promo Ruko JBC Jambi, Diskon Besar Mulai Diburu

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (20/5/2026).( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Kapolda Jambi Buka Uji Kompetensi Penyidik Polri 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:00 WIB

Kementerian Hukum Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tebo pada Kamis, 21 Mei 2026.( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Harmonisasi Perda Disabilitas Tebo Jadi Sorotan

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi pada Kamis, 21 Mei 2026.( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Cek Kesehatan Pegawai, Kanwil Kemenkum Jambi Fokus SDM

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB

Gubernur Jambi, Al Haris, hadir langsung dalam pelepasan jamaah.( Poto : JambiPrima.com )

Daerah

Kloter Terakhir Haji Jambi 2026 Tinggalkan Tanah Air

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB