Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI untuk mempercepat pengembangan literasi kabupaten merangin. Langkah nyata ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan kebahasaan sekaligus merawat kekayaan budaya lokal secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Merangin H. A. Khafid menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tersebut secara langsung bersama Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin. Prosesi penandatanganan berlangsung di Ruang Amphiteater Lantai 4 Gedung GMPU UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada Selasa (4/8).
Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. Kasful Anwar turut menyaksikan momen penting kerja sama antarlembaga ini. Kehadiran para pimpinan lembaga menegaskan komitmen kuat dalam membangun fondasi pendidikan kebahasaan yang kokoh.
Komitmen Bersama Dalam Memperkuat Pelestarian Bahasa Daerah Merangin
Wakil Bupati Merangin H. A. Khafid menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi pijakan hukum resmi bagi kedua pihak. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberadaan bahasa daerah agar tetap hidup berdampingan dengan bahasa Indonesia.
Ia menilai bahasa daerah merupakan identitas utama masyarakat sekaligus perekat kerukunan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, penguatan penggunaan bahasa Indonesia yang baik harus berjalan seiring dengan pelestarian bahasa lokal.
Staf Ahli Bupati Merangin Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan H. Firdaus menyambut positif kolaborasi lintas instansi ini. Ia meyakini sinergi tersebut mampu melahirkan masyarakat Merangin yang semakin cerdas, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Bagian Kerja Sama Setda Merangin Iwan Indrawan menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup program pembinaan terpadu. Pihaknya siap menggelar berbagai pelatihan, pendampingan, hingga penelitian kebahasaan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Penerapan Prinsip Utama Trigatra Bangun Bahasa Di Merangin
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin mengajak seluruh lapisan masyarakat mengamalkan prinsip Trigatra Bangun Bahasa. Konsep ini menekankan pentingnya mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan martabat bahasa nasional serta kecakapan literasi masyarakat secara konsisten. MoU ini menjadi sarana efektif dalam menghidupkan kembali minat bersastra di kalangan generasi muda.
Melalui kesepakatan ini, Badan Bahasa siap memberikan pendampingan teknis secara intensif kepada seluruh pemangku kepentingan di Merangin. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan bahasa hingga ke pelosok desa.
Distribusi Ribuan Buku Bacaan Untuk Puluhan Sekolah Daerah
Selain meresmikan nota kesepahaman, Pemkab Merangin juga menerima bantuan 17.900 eksemplar buku bacaan berkualitas dari Kemendikdasmen RI. Bantuan literasi ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar dan menengah secara merata.
Pemerintah daerah akan segera mendistribusikan ribuan buku tersebut ke 61 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di wilayah Merangin. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap fasilitas sarana belajar anak didik.
Tidak hanya SD, sebanyak 19 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Merangin juga menerima alokasi buku yang sama. Kehadiran buku bacaan berkualitas ini diproyeksikan mampu menambah koleksi perpustakaan sekolah secara signifikan.
Kepala sekolah dan guru menyambut antusias program pembagian buku dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini. Mereka optimistis kehadiran buku-buku baru ini mampu mendongkrak semangat belajar siswa dalam mengasah kecakapan literasi.
Melalui kolaborasi jangka panjang ini, Pemkab Merangin optimistis budaya membaca akan tumbuh makin subur di tengah masyarakat. Kerja sama ini membuktikan sinergi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.(ar)









