Sarolangun, oegopost.id – Bupati Sarolangun Hurmin memimpin agenda pelantikan pejabat Pemkab Sarolangun bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Sarolangun pada Selasa, 28 Juli 2026. Langkah strategis ini bertujuan menyegarkan struktur organisasi birokrasi sekaligus mendorong efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Selain itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menghadiri kegiatan berskala kabupaten tersebut. Di samping itu, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator, dan para tamu undangan juga menyaksikan prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Rotasi Tiga Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Sarolangun
Pemerintah Kabupaten Sarolangun merotasi tiga pimpinan posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk mengoptimalkan kinerja antarinstansi. Hasilnya, pergeseran posisi ini mencakup dinas pelayanan publik, pengelola pendapatan daerah, hingga sektor peternakan.
Sebagai contoh, Riduan yang sebelumnya menduduki posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini menerima mandat baru sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan. Sementara itu, Setiadi yang dahulu memimpin Dinas Peternakan dan Perikanan bergeser mengisi posisi Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).
Selanjutnya, rotasi tersebut berlanjut pada Emalia Sari yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPPRD Kabupaten Sarolangun. Oleh sebab itu, Emalia Sari kini secara resmi memangku jabatan baru sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sarolangun.
Dengan demikian, pergeseran posisi tiga pejabat eselon dua tersebut menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat penyegaran struktur birokrasi. Pada akhirnya, skema pertukaran posisi ini membawa pengalaman baru serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pengukuhan Guru Menjadi Kepala Sekolah Kabupaten Sarolangun
Selain melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, Bupati Hurmin juga mengukuhkan puluhan tenaga pendidik di wilayahnya. Lebih lanjut, sebanyak 57 guru resmi menerima penugasan tambahan sebagai kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Oleh karena itu, pengukuhan ini menjadi bagian penting dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas manajemen pendidikan di sekolah-sekolah setempat. Bahkan, para kepala sekolah baru tersebut memikul tanggung jawab besar dalam meningkatkan mutu pembelajaran di daerah.
Sementara itu, prosesi pengukuhan berlangsung khidmat bersamaan dengan pelantikan pejabat eselon dua di aula utama kantor bupati. Oleh sebab itu, langkah penyegaran di sektor pendidikan ini memicu perubahan positif bagi tata kelola sekolah.
Pesan Bupati Hurmin Mengenai Amanah Dan Integritas
Dalam amanatnya, Bupati Hurmin menegaskan bahwa rotasi serta mutasi merupakan hal biasa dalam dinamika birokrasi pemerintahan. Menurut beliau, mekanisme ini berfungsi sebagai sarana pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus pemacu peningkatan efektivitas kerja.
Oleh karena itu, Hurmin mengingatkan seluruh pejabat baru agar senantiasa memandang jabatan sebagai amanah pelayanan kepada masyarakat luas. Selain itu, beliau menekankan bahwa posisi jabatan bukanlah sekadar kehormatan pribadi yang patut mereka banggakan tanpa kerja nyata.
Oleh sebab itu, Bupati meminta para pejabat bekerja penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan bebas praktik merugikan. Bahkan, beliau juga mendesak para pejabat agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru demi mendukung kelancaran program pembangunan daerah.
Di samping itu, setiap pemangku jabatan baru harus membangun sinergi yang solid bersama jajaran staf serta menghadirkan berbagai inovasi pelayanan. Sebab, pemerintah daerah sangat membutuhkan langkah inovatif tersebut untuk mempercepat pencapaian target pembangunan Kabupaten Sarolangun.
Selanjutnya, Bupati Hurmin menggarisbawahi pentingnya menjaga kedisiplinan serta loyalitas tinggi dalam menjalankan amanah birokrasi. Bahkan, beliau mengingatkan bahwa para pejabat mengemban tanggung jawab pekerjaan tidak hanya kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh pejabat dapat bekerja secara optimal serta membuktikan hasil kerja nyata di lapangan. Sebab, kontribusi nyata dari para pejabat menjadi kunci utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.(ar)









