Polda Jambi Tetapkan Dirut NRH Travel Tersangka Penipuan Umrah Masal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji.(poto: jambilink.id)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji.(poto: jambilink.id)

Jambi, oegopost.id – Polda Jambi secara resmi mengusut kasus penipuan umrah jambi yang merugikan puluhan calon jemaah lokal. Polisi kini sudah menetapkan pimpinan biro perjalanan tersebut sebagai tersangka utama.

Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan Direktur Utama Travel Nur Rizqon Hasanah berinisial RH setelah mengantongi bukti kuat. Penetapan status hukum ini menjadi titik terang bagi para korban yang menuntut keadilan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan penaikan status hukum terhadap pimpinan biro perjalanan tersebut. Pihaknya mengonfirmasi keputusan penting ini kepada wartawan pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Penyidik Polda Jambi Resmi Tetapkan Direktur Travel Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi sebelumnya menjalankan rangkaian penyelidikan dan penyidikan mendalam secara intensif. Polisi mengumpulkan berbagai bukti serta memeriksa saksi-saksi kunci untuk membongkar perbuatan pelaku.

Penyidik akhirnya menggelar perkara dan menyimpulkan adanya unsur pidana yang sangat kuat dari tindakan tersangka RH. Polisi menilai perbuatan Direktur Utama NRH Travel tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana penipuan.

Baca Juga :  Doa Bersama Lintas Agama Awali Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Teguhkan Semangat Pengabdian

Kasus penipuan ini mencuat setelah puluhan jemaah gagal menunaikan ibadah umrah pada momentum bulan suci Ramadhan 2026. Manajemen travel membiarkan para korban telantar tanpa kepastian keberangkatan yang jelas.

Pihak travel sempat menyodorkan berbagai alasan teknis yang tidak masuk akal kepada para calon jemaah. Para korban menolak alasan tersebut karena merasa manajemen sengaja mengulur-ulur waktu keberangkatan.

Pihak Travel Berdalih Masalah Kendala Visa Dari Kedutaan

Kecurigaan para calon jemaah mulai memuncak saat mendekati jadwal hari H keberangkatan ke tanah suci. Manajemen NRH Travel tak kunjung menyerahkan dokumen visa umrah yang menjadi hak para jemaah.

Rombongan calon jemaah kemudian mendesak pihak travel untuk memberikan penjelasan jujur mengenai nasib dokumen mereka. Pihak manajemen akhirnya mengumpulkan para jemaah di salah satu hotel di Kota Jambi pada 15 Februari 2026.

Dalam pertemuan darurat tersebut, manajemen travel berdalih bahwa sistem kedutaan mengalami kendala teknis dalam memproses dokumen. Pengelola travel beralasan bahwa kendala sistem tersebut menyebabkan sebagian besar visa jemaah tertahan.

Baca Juga :  Terpidana Korupsi PJU Kerinci Kembalikan Rp2,7 Miliar, 10 Orang Sudah Lunasi Kerugian Negara

Manajemen NRH Travel mengklaim baru menerima sekitar 100 dokumen visa yang terbit dari pihak kedutaan. Pimpinan travel meminta sisa jemaah lainnya untuk terus menunggu sampai seluruh proses administrasi selesai.

Korban Akhirnya Laporkan NRH Travel Ke Polda Jambi

Janji manis dari manajemen travel ternyata menguap begitu saja setelah pertemuan di hotel tersebut berakhir. Para calon jemaah tidak pernah mendapatkan kepastian tanggal keberangkatan maupun pengembalian dana dari pihak travel.

Para jemaah akhirnya menyadari bahwa mereka telah menjadi korban aksi penipuan yang sangat terstruktur. Situasi ini mendorong para korban untuk mengambil tindakan tegas demi memperjuangkan hak-hak mereka.

Rombongan jemaah langsung mendatangi markas kepolisian untuk melaporkan manajemen NRH Travel secara resmi. Laporan tersebut menjadi dasar utama bagi aparat kepolisian untuk membongkar kejahatan biro perjalanan ini.

Polisi berjanji akan menyelesaikan proses hukum kasus penipuan masal ini secara transparan dan tuntas. Aparat mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai penawaran paket umrah yang tidak memiliki kejelasan izin resmi.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik
Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK
Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa
Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI
Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung
Dugaan Mangkir Nusron Wahid ke Luar Negeri Picu Rencana Jemput Paksa KPK
Kasus Polisi Tembak Polisi di Tangsel Tewaskan Personel, Komisi III DPR dan Kompolnas Desak Evaluasi Total
Dua Polisi Jambi Dipecat Buntut Kasus Penipuan Rekrutmen Bintara
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung

Berita Terbaru

Gulai Keladi.(poto: youtube Alzam UA).

Daerah

Resep Gulai Keladi Khas Kerinci yang Gurih

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:45 WIB

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ekonomi

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:30 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Huda, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (24/10/2026).(poto: tribratanews.jambi.polri.go.id).

Daerah

Subuh Keliling di Jambi, Kapolda Ingatkan Narkoba Vape

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:23 WIB