Ratusan Jemaah Diduga Tertipu Travel Umrah NRH di Jambi, Kerugian Capai Rp10 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan jemaah di Jambi diduga menjadi korban penipuan travel umrah NRH dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar. Kasus ini kini diselidiki Polda Jambi.( Poto : istimewa ).

Ratusan jemaah di Jambi diduga menjadi korban penipuan travel umrah NRH dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar. Kasus ini kini diselidiki Polda Jambi.( Poto : istimewa ).

Jambi, oegopost.id – Kasus dugaan korban travel umrah PT Nur Risqon Hasana (NRH) di Kota Jambi mencuat setelah ratusan calon jemaah melaporkan kegagalan keberangkatan mereka.

Sekitar 256 orang menyatakan telah membayar biaya perjalanan umrah, namun mereka tidak menerima kepastian keberangkatan hingga waktu yang dijanjikan.

Sejak awal, pihak travel menawarkan berbagai paket umrah dengan harga promo, termasuk program umrah full Ramadhan.

Banyak masyarakat kemudian mendaftar karena tertarik dengan penawaran tersebut, apalagi pihak travel terus memberikan diskon tambahan menjelang jadwal keberangkatan.

Korban mengalami kerugian setelah membayar paket umrah

Salah satu korban, Nini Zafrien, menjelaskan bahwa ia mendaftar untuk tiga anggota keluarganya. Ia memilih paket yang awalnya seharga sekitar Rp65 juta per orang, lalu pihak travel menurunkan harga menjadi Rp55 juta.

Baca Juga :  Jemaah Haji Jambi Wafat di Mina, Ini Kronologi dan Penyebab Medisnya

Ia kemudian menyetorkan dana sesuai kesepakatan, tetapi ia tidak mendapatkan kepastian keberangkatan hingga jadwal 13 Februari 2026.

Korban lain, Muhammad Sazli Rais, juga ikut dalam program umrah setelah ia menabung selama bertahun-tahun. Ia mengeluarkan biaya sekitar Rp116 juta untuk dirinya dan keluarganya, tetapi ia tidak berangkat sesuai jadwal yang di janjikan.

Secara keseluruhan, para korban memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp10 miliar dari seluruh calon jemaah yang mendaftar.

Baca Juga :  Kasus Korupsi DAK SMK Jambi Berlanjut, Tiga Tersangka Masih Ditahan

Polisi mulai menyelidiki laporan dugaan penipuan

Pihak Polda Jambi menerima laporan dari para korban dan langsung menurunkan penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Tim penyidik mengumpulkan keterangan para saksi, memeriksa bukti pembayaran, dan menelusuri aliran dana yang masuk ke pihak travel.

Kepolisian menegaskan bahwa mereka masih memproses kasus ini dan berupaya mengungkap seluruh rangkaian dugaan penipuan.

Sementara itu, para korban terus menuntut kejelasan dan meminta aparat segera menyelesaikan kasus ini.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional
Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13
Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis
Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI
Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda
Detik-detik Fajri Tenggelam di Sungai Tembesi, Bocah 8 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian
Alfin Tetapkan Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031
Bus PO Al Hijrah Tabrak Kendaraan Parkir di Tebo, Diduga Hilang Kendali Usai Hantam Trotoar
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:00 WIB

PWI Jambi Benahi Data Anggota, Ridwan Agus Targetkan Organisasi Makin Profesional

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:22 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Apresiasi Sunatan Massal Minker-JS ke-13

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 Jambi Libatkan UMKM, Pemprov Siapkan Dua Lokasi Strategis

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pemkab Merangin Bentuk Tim Terpadu, Kawasan Inti Geopark Merangin Jadi Prioritas Sterilisasi dari PETI

Senin, 6 Juli 2026 - 22:00 WIB

Pemotongan Dana Desa 2026 untuk KDMP Berdampak, Pembangunan Desa di Batang Hari Tertunda

Berita Terbaru