Jakarta, oegopost.id – Onde-onde masih menjadi salah satu jajanan tradisional yang banyak masyarakat Indonesia sukai hingga saat ini.
Pedagang pasar dan pembuat kue rumahan terus memproduksi camilan berbentuk bulat dengan taburan wijen ini karena permintaannya tetap stabil.
Rasa manis dari isian kacang hijau yang lembut membuat makanan ini tetap bertahan di tengah banyaknya jajanan modern.
Kesalahan Umum yang Menyebabkan Onde-Onde Meledak
Banyak pembuat onde-onde mengalami masalah saat proses penggorengan karena adonan meledak di dalam minyak.
Kondisi ini terjadi ketika pembuat menggunakan isian yang masih terlalu basah sehingga menghasilkan uap berlebih saat terkena panas.
Selain itu, pembuat yang menggunakan adonan kulit kurang elastis juga meningkatkan risiko retak.
Kesalahan lain muncul ketika pembuat langsung memasukkan onde-onde ke minyak yang terlalu panas sejak awal.
Proses Pembuatan yang Perlu Diperhatikan
Pembuat onde-onde mengolah bahan utama berupa tepung ketan, kentang kukus, gula, dan air hangat untuk membuat kulit.
Campuran tersebut menghasilkan adonan yang lentur dan mudah dibentuk.
Untuk isian, pembuat merebus kacang hijau kupas hingga lunak, lalu menghaluskannya dan memasaknya bersama gula, santan, serta daun pandan sampai menjadi pasta yang padat dan tidak berair.
Setelah itu, pembuat membulatkan isian kecil-kecil lalu membungkusnya dengan adonan kulit hingga tertutup rapat.
Mereka juga melapisi permukaan adonan dengan wijen secara merata agar tampilannya lebih menarik.
Sebelum proses penggorengan, pembuat mendiamkan onde-onde agar adonan lebih stabil dan tidak mudah pecah.
Teknik Menggoreng agar Hasil Tidak Gagal
Pembuat onde-onde memasukkan adonan ke dalam minyak yang masih hangat atau dingin agar proses pemanasan berlangsung perlahan.
Mereka menjaga api tetap kecil di awal penggorengan, lalu menaikkan suhu secara bertahap.
Teknik ini membantu panas meresap secara merata ke bagian dalam adonan tanpa menciptakan tekanan uap berlebihan.
Pembuat juga menghindari terlalu sering membalik onde-onde agar lapisan wijen tidak terlepas dan bentuknya tetap utuh. Dengan cara ini, onde-onde matang sempurna tanpa meledak.(ar)









