JAMBI, Oegopost.id – Kota Jambi resmi memulai perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi pada Jumat (30/10/2026). Ribuan peserta dan pendamping dari 11 kabupaten/kota mulai berdatangan untuk memeriahkan kompetisi syiar Islam ini.
Ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut berlangsung terpusat di Kota Jambi hingga 8 November 2026. Pemerintah Kota Jambi menyiapkan berbagai fasilitas dan pelayanan penuh untuk menjamin kenyamanan seluruh rombongan daerah.
Lobi Utama Kantor Wali Kota Jambi menjadi titik sentral penerimaan rombongan. Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua LPTQ Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyapa langsung kedatangan para kafilah perdana bersama jajaran pemerintah daerah.
Kafilah Kabupaten Kerinci mengawali kedatangan pada Jumat pagi. Tak berselang lama, rombongan Kabupaten Muaro Jambi tiba di lokasi dengan didampingi langsung oleh Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir.
Jadwal Kedatangan Rombongan Kafilah Dua Gelombang
Panitia pelaksana membagi jadwal kedatangan kafilah ke dalam dua hari berbeda demi memastikan proses registrasi berlangsung rapi dan tertib.
Gelombang pertama pada Jumat (30/10/2026) melayani lima daerah tetangga. Daerah tersebut mencakup kafilah tuan rumah Kota Jambi, Muaro Jambi, Kota Sungai Penuh, Batanghari, dan Kerinci.
Gelombang kedua bergulir pada Sabtu (31/10/2026) untuk menyambut enam kabupaten lainnya. Rombongan dari Tebo, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Merangin, Bungo, dan Sarolangun melengkapi daftar seluruh peserta.
Setelah proses penyambutan selesai, seluruh peserta langsung bersiap menghadapi berbagai cabang perlombaan tilawah dan hadits. Perlombaan ini menguji hafalan, pemahaman, serta kemampuan qari dan qariah terbaik Jambi.
Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, mengapresiasi kesiapan panitia dalam menyambut rombongannya. Ia menilai ajang ini berpeluang besar mempererat tali persaudaraan antarwarga kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Dorong Perputaran Uang dan Gerakkan UMKM Lokal
Selain menggaungkan syiar Islam, Pemkot Jambi mengarahkan perhelatan akbar ini untuk menghidupkan roda ekonomi warga setempat. Kebijakan ini merangkul hampir 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam arena kegiatan.
Langkah ini menyasar pemulihan pendapatan para pelaku usaha kecil secara nyata. Aktivitas jual beli warga sempat melesu akibat dampak paparan kabut asap dalam beberapa waktu belakangan.
Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa MTQH harus memberi manfaat ganda bagi masyarakat. Penyelenggara ingin memadukan nilai spiritual sekaligus mendongkrak omzet pedagang lokal selama sepuluh hari pelaksanaan.
Kehadiran ribuan anggota kafilah dan wisatawan daerah membuka pasar konsumsi yang besar di sekitar arena lomba. Para pedagang kuliner, kerajinan tangan, dan produk khas daerah berpeluang mencatat lonjakan penjualan harian yang signifikan.
Melalui sinergi ini, Pemkot Jambi membuktikan bahwa festival keagamaan dapat berjalan selaras dengan agenda pemulihan ekonomi masyarakat kecil.(ar)









