Muaro Jambi, Oegopost.id – Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Hj Ernawati, S.Ag., M.Pd., memilih merayakan Hari Santri Nasional 2026 secara langsung di tengah para santri. Ia mendatangi Pondok Pesantren Daarut Attauhid di Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, tanpa persiapan seremonial yang panjang.
Pertemuan mendadak tersebut berlangsung cair dan penuh keakraban. Ernawati menyapa para santri bukan sekadar sebagai tokoh organisasi, melainkan sebagai sosok yang pernah merasakan langsung pahit manisnya hidup di asrama pesantren.
Kehadirannya di Kumpeh menegaskan pandangannya tentang peringatan hari santri. Ia memandang hari besar santri terlalu berharga apabila masyarakat hanya merayakannya lewat tulisan di media sosial.
Merawat Pertemanan Positif dan Menjaga Adab Guru
Di hadapan ratusan santri, Ernawati membagikan pengalaman saat ia menjalani masa-masa penempaan diri di pondok. Ia mendorong seluruh santri agar menikmati seluruh proses belajar, termasuk aturan ketat, jadwal harian, hingga rasa rindu kepada orang tua.
Menurutnya, dinamika kehidupan pondok kelak menjadi kenangan yang paling membekas saat santri terjun ke masyarakat. Karena itu, ia meminta para santri memilih kawan seperjuangan yang gemar mengingatkan kebaikan dan saling memacu semangat belajar.
Pertemanan yang tulus di bilik santri kerap menjadi modal berharga hingga puluhan tahun mendatang. Hubungan positif semacam ini menjadi penopang ketika seseorang meniti karier pada masa dewasa.
Ernawati juga menaruh penekanan khusus pada etika santri terhadap para pengajar. Ia mengingatkan bahwa keberkahan ilmu lahir dari keikhlasan seorang guru yang pernah membetulkan bacaan Al-Qur’an dan membimbing salat.
Pencapaian akademis yang tinggi, limpahan materi, maupun jabatan terhormat di masa depan sama sekali tidak boleh melunturkan adab murid kepada gurunya. Rasa hormat tersebut wajib bertahan seumur hidup.
Mengimbangi Karier Dunia dan Menyalurkan Tali Asih
Ernawati memotivasi para santri agar berani memupuk impian setinggi langit, baik menjadi akademisi, dokter, pengusaha, ulama, hingga pemimpin daerah. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga akar kepesantrenan seperti disiplin, kesederhanaan, dan keikhlasan.
Kesuksesan materi harus sejalan dengan kedalaman spiritual dan kepedulian sosial. Ia mengingatkan bahwa cerminan utama seorang santri terlihat jelas dari kemuliaan budi pekerti serta caranya memperlakukan orang lain dalam keseharian.
Selain berbagi suntikan moral, Ernawati menyalurkan tali asih secara langsung kepada santri senilai Rp40,5 juta. Bantuan uang tunai tersebut terbagi ke dalam 750 amplop berisi Rp50 ribu dan 30 amplop berisi Rp100 ribu.
Ia menegaskan nominal tersebut sekadar lambang cinta dan doa tulus agar anak-anak asuh pondok terus bersemangat menuntut ilmu. Jauh sebelum silaturahmi ini, Ernawati juga telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp500 juta guna mendukung pembangunan masjid di area pesantren.
Pihak pimpinan pesantren menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perhatian nyata tersebut. Kehadiran figur teladan yang sukses membangun karier memberi suntikan percaya diri baru bagi santri untuk menatap masa depan.(ar)









