Bungo, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Bank Syariah Indonesia resmi merilis Gerakan Literasi Al-Qur’an Bungo di Masjid Agung Al-Mubarak, Selasa (6/10/2026). Momentum peluncuran program pembinaan umat tersebut berlangsung bersamaan dengan perhelatan Tausiah Akbar dalam rangkaian agenda Bungo Berkilau Haji.
Ratusan jemaah mulai memadati ruang utama masjid kebanggaan masyarakat Muara Bungo itu sejak pukul 07.30 WIB. Aparatur pemerintah daerah bersama tamu undangan menyimak materi siraman rohani secara khidmat hingga akhir acara.
Panitia menghadirkan penceramah kondang Ustadz Hilman Fauzi, S.E.I., M.E.Sy., guna membekali masyarakat dengan pesan-pesan keagamaan yang mendalam. Materi dakwah yang segar dan komunikatif tersebut memicu antusiasme jemaah yang memenuhi seluruh saf masjid.
Pemerintah daerah menginisiasi program membaca kitab suci ini untuk menumbuhkan rasa cinta warga terhadap ajaran Islam sejak usia dini. Langkah strategis ini sekaligus memperkuat fondasi pendidikan nilai agama bagi kalangan generasi muda di seluruh wilayah daerah.
Selain penguatan literasi Al-Qur’an, pemerintah meluncurkan program Orang Tua Asuh guna menyokong pembinaan moral anak-anak secara kolektif. Inisiatif sosial ini memperkuat rasa kepedulian masyarakat luas terhadap kelangsungan masa depan dan pendidikan agama generasi penerus.
Sinergi Program Keagamaan Membangun Karakter Generasi Muda Daerah
Pihak penyelenggara menilai peran lingkungan keluarga menjadi pilar terpenting dalam menanamkan budi pekerti serta akhlak mulia anak. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan syariah, dan masyarakat langsung mempercepat pembentukan ekosistem sosial yang religius.
Suasana tempat ibadah tampak semarak ketika para peserta menyerap poin-poin tausiah keagamaan dengan penuh perhatian. Kebersamaan antara jajaran birokrasi dan warga sipil menyatu tanpa sekat selama kegiatan ibadah bersama berlangsung.
Wakil Bupati Bungo Ustadz Dayat menegaskan bahwa pembiasaan membaca ayat-ayat suci harus berakar kuat dari unit sosial paling dasar. Ia mengingatkan para orang tua agar senantiasa membimbing putra-putri mereka secara konsisten setiap hari di rumah.
“Literasi Al-Qur’an ini harus kita mulai dari keluarga,” ujar Ustadz Dayat saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di lokasi.
“Anak-anak kita jangan hanya bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya di hadapan wartawan.
Komitmen Bersama Mewujudkan Daerah Religius Melalui Nilai Al-Qur’an
Pemerintah Kabupaten Bungo berkomitmen mengawal pelaksanaan program ini agar terus berkesinambungan dan tidak berhenti pada tataran seremoni peluncuran semata. Dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama demi tercapainya cita-cita besar daerah yang seimbang lahir batin.
Gerakan pembinaan terpadu ini juga membuka ruang partisipasi aktif bagi lembaga nonpemerintah dalam mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian ekstra. Kolaborasi lintas sektor semacam ini memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan budi pekerti yang layak.
Ustadz Dayat berharap seluruh elemen warga terus menjaga kesinambungan agenda keagamaan ini secara serentak di setiap pelosok dusun. Gerakan moral ini harus menyentuh ranah kehidupan nyata masyarakat secara nyata dan luas.
“Harapan kita, gerakan ini terus berjalan dan menjadi gerakan bersama, sehingga Bungo tidak hanya semakin religius, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya menutup sesi wawancara.
Pelaksanaan Tausiah Akbar ini membuktikan tekad kuat jajaran birokrasi daerah dalam membangun mental spiritual masyarakat secara bertahap. Melalui kolaborasi produktif dengan Bank Syariah Indonesia, Kabupaten Bungo semakin mantap melangkah menuju tatanan masyarakat yang berdaya saing dan berakhlak terpuji.(ar)









