Jambi, oegopost.id – Sebanyak 1.555 warga binaan Lapas Jambi dan tahanan mulai menempati bangunan baru di kawasan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, pada Sabtu (6/6/2026).
Pengelola lapas menjalankan proses perpindahan untuk mendukung kesehatan, pembinaan, dan pembentukan kepribadian para penghuni.
Petugas memulai proses relokasi sejak pagi. Aparat kepolisian dan TNI ikut mengawal seluruh tahapan agar perpindahan berlangsung tertib dan aman.
Lapas Atur Pemindahan dalam Tiga Kelompok
Pengelola lapas membagi perpindahan menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat keamanan dan kondisi masing-masing warga binaan.
Kelompok pertama mencakup 499 warga binaan dengan kategori keamanan maksimal atau maximum security. Petugas menempatkan kelompok ini dalam satu blok khusus di kompleks lapas baru.
Kelompok kedua mencakup warga binaan dengan tingkat risiko sedang atau medium security. Pengelola menyediakan dua blok untuk menampung kelompok tersebut dan mendukung proses pembinaan.
Kelompok ketiga menampung warga binaan kasus korupsi serta narapidana lanjut usia yang sedang menjalani perawatan kesehatan. Petugas menggunakan ambulans untuk memindahkan kelompok ini agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
Pihak lapas menjalankan relokasi karena kapasitas bangunan lama sudah tidak lagi memadai. Kondisi hunian yang semakin padat mendorong pengelola memanfaatkan fasilitas baru.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menyebut lapas baru di Sengeti, Kecamatan Sekernan, mampu menampung hingga 952 orang.
Angka tersebut jauh melampaui kapasitas lapas lama yang hanya menampung sekitar 400 penghuni. Dengan fasilitas yang lebih luas, pengelola berharap kegiatan pembinaan berjalan lebih efektif.
Bangunan Lama Menunggu Keputusan untuk Beralih Fungsi
Setelah menyelesaikan proses relokasi, pihak lapas berencana mengubah fungsi bangunan lama menjadi rumah tahanan atau Rutan.
Namun, pengelola masih menunggu keputusan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebelum menjalankan rencana tersebut.
Selama perpindahan berlangsung, aparat keamanan tetap berjaga di setiap tahapan. Kehadiran personel pengamanan bertujuan menjaga kelancaran proses dan memastikan situasi tetap kondusif.
Pemindahan ke lapas baru menjadi bagian dari penataan fasilitas pemasyarakatan di Jambi. Pengelola juga ingin menciptakan lingkungan hunian yang lebih mendukung program pembinaan.
Melalui pengelompokan berdasarkan tingkat keamanan dan kebutuhan kesehatan, pengelola menargetkan pengawasan dan pembinaan berjalan lebih terarah.(ar)









