Pemetaan Fiskal Daerah Jambi Mengungkap Kesenjangan Anggaran Dan Ketergantungan Transfer Pusat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat ekonomi dan kebijakan publik Jambi, Noviardi Ferzi.(poto: jambiprima.com).

Pengamat ekonomi dan kebijakan publik Jambi, Noviardi Ferzi.(poto: jambiprima.com).

Jambi, oegopost.id – Pemetaan fiskal daerah Jambi mengungkap wajah ganda keuangan pada sebelas kabupaten dan kota di wilayah setempat. Ketimpangan pendapatan antarwilayah kini menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan dan terarah.

Kota Jambi memimpin postur anggaran daerah dengan pendapatan Rp1,77 triliun dan belanja mencapai Rp1,81 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun lalu sebesar Rp618,98 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh hanya memiliki nilai pendapatan daerah sekitar Rp0,70 triliun. Kerinci bahkan mencatat tingkat ketergantungan pada dana transfer pemerintah pusat hingga melebihi angka 98 persen.

Kota Sungai Penuh tercatat hanya mampu menyerap penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 72,98 persen. Kondisi ini memperlihatkan kontras yang tajam jika kita bandingkan dengan wilayah penerima alokasi besar lainnya.

Alokasi Transfer Pusat Melimpah Pada Wilayah Kaya Sumber Daya

Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat alokasi Dana Transfer ke Daerah tertinggi dari pusat sebesar Rp1,71 triliun. Melimpahnya alokasi tersebut tidak terlepas dari potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut.

Kabupaten Muaro Jambi menyusul pada posisi kedua dengan menerima alokasi dana transfer sebesar Rp1,39 triliun. Sementara itu, Kabupaten Batanghari mengamankan alokasi dana transfer daerah sebesar Rp1,27 triliun pada periode yang sama.

Baca Juga :  HKI Bangun Dua Rest Area Tol Betung–Jambi, Hadirkan Fasilitas Lengkap dan Ruang untuk UMKM

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran dana transfer provinsi per September 2025 telah menyerap anggaran sebesar Rp11,68 triliun. Total penyaluran tersebut setara dengan 76,06 persen dari seluruh pagu anggaran yang telah ditetapkan.

Meskipun menerima kucuran dana yang sangat besar, postur belanja daerah masih menghadapi tantangan struktur alokasi internal. Komposisi belanja daerah rupanya masih didominasi oleh pos belanja operasional hingga mencapai angka 88,5 persen.

Pengamat Ekonomi Ingatkan Risiko Ketergantungan Bagi Hasil Sektor Migas

Pengamat ekonomi dan kebijakan publik Jambi, Noviardi Ferzi, memberikan tanggapan kritis terkait fenomena ketimpangan ini. Ia menegaskan bahwa anggaran besar wilayah kaya sumber daya alam bukan berarti memiliki kemandirian fiskal.

Noviardi menjelaskan bahwa angka anggaran melimpah tersebut murni hasil dari penerapan parameter alokasi pemerintah pusat. Setiap perubahan kebijakan fiskal nasional akan langsung mengguncang kestabilan postur anggaran daerah secara signifikan.

Ia juga memperingatkan bahaya ketergantungan daerah pada Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak, gas, dan kehutanan. Fluktuasi harga komoditas global dapat menempatkan keuangan daerah pada posisi yang sangat rentan sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Timur Desak Percepatan Infrastruktur, Soroti Jalan Rusak dan Pelabuhan Sabak

Kemandirian fiskal rata-rata daerah di Provinsi Jambi saat ini dinilai masih berada jauh di bawah standar nasional. Hanya Kota Jambi yang mampu mencatatkan rasio kemandirian fiskal hingga mendekati angka 41 persen.

Dorongan Hilirisasi Komoditas Dan Digitalisasi Pajak Untuk Kemandirian Daerah

Sebagian besar wilayah kabupaten dan kota lainnya masih tertahan dengan rasio kemandirian di bawah 20 persen. Dominasi belanja operasional yang sangat tinggi turut menyempitkan ruang untuk investasi pembangunan jangka panjang.

Noviardi mendesak seluruh pemerintah daerah untuk segera mempercepat langkah hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan karet. Selain itu, pemerintah daerah harus memperkuat digitalisasi pemungutan pajak daerah secara transparan.

Pemerintah daerah juga perlu menyusun instrumen pajak berbasis lingkungan yang menyasar perusahaan-perusahaan berskala besar. Langkah strategis ini penting untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang adil dan berkelanjutan bagi daerah.

Jambi memerlukan sistem pendapatan yang mandiri dan berkelanjutan agar fondasi fiskal daerah tidak rapuh. Ketergantungan pada dana transfer luar hanya akan memicu ketidakpastian pembangunan di masa depan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya
8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak
Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat
Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor
Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif
Harga Emas di Pegadaian Naik Serentak Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik
Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:01 WIB

8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif

Berita Terbaru

Ilustrasi Pengemudi mencoba fitur T Intouch with Toyota Remote pada Kijang Innova Zenix terbaru di area parkir.(poto: AI).

Otomotif

Toyota Rilis Innova Zenix Terbaru 2026, Fitur Berubah Drastis

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:30 WIB

Ilustrasi Seorang karyawan membawa kotak barang di kantor Barclays saat pemangkasan 5.000 staf akibat integrasi AI.(poto: AI).

Bisnis

Barclays Pangkas 5.000 Karyawan demi Efisiensi AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:25 WIB

Ilustrasi Suasana sidang pembacaan putusan pembatalan denda pinjol oleh majelis hakim di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.(poto: AI).

Bisnis

Hakim Batalkan Sanksi KPPU Rp 755 Miliar ke 97 Pinjol

Jumat, 23 Okt 2026 - 16:20 WIB