Jambi, oegopost.id – Perjalanan menuntut ilmu yang semula penuh harapan kini berubah menjadi duka mendalam bagi civitas akademika Universitas Jambi. Peristiwa kecelakaan mahasiswa baru UNJA bernama Gabe Roida Sitinjak ini langsung mengejutkan publik dan jajaran kampus.
Musibah maut yang menimpa Gabe dan keluarganya terjadi saat mereka dalam perjalanan menuju Provinsi Jambi. Langkah sang mahasiswa baru harus terhenti seketika di tengah semangat tinggi untuk membanggakan orang tuanya.
Kecelakaan lalu lintas tersebut tidak hanya menghentikan perjalanan menempuh pendidikan tinggi di Universitas Jambi. Benturan keras dalam insiden itu merenggut nyawa orang tua serta sepupu yang mendampingi perjalanan Gabe.
Takdir berkata lain di saat seorang anak tengah menggebu-gebu mengejar cita-cita masa depannya. Kini impian besar yang mereka susun bersama harus diuji oleh musibah yang sangat berat.
Kecelakaan Beruntun Delapan Kendaraan Di Sibolangit Sumatera Utara
Kecelakaan maut yang menimpa keluarga Gabe terjadi di Jalan Jamin Ginting, Deliserdang, Sumatera Utara. Lokasi tepat insiden berdarah ini berada di depan kawasan wisata Green Hill Sibolangit.
Peristiwa yang berlangsung pada Jumat sore tersebut melibatkan delapan unit kendaraan roda empat sekaligus. Truk bermuatan air mineral kemasan mengalami rem blong hingga menabrak kendaraan di depannya secara beruntun.
Saksi di lokasi melihat benturan hebat yang mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah mobil penumpang. Petugas kepolisian dan warga sekitar langsung berupaya mengevakuasi para korban dari dalam bangkai kendaraan.
Akibat kecelakaan tragis ini, orang tua serta sepupu Gabe meninggal dunia di lokasi kejadian. Petugas segera membawa para korban selamat maupun meninggal menuju rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
Kondisi Kritis Gabe Roida Sitinjak Di Rumah Sakit
Gabe Roida Sitinjak bersama anggota keluarga lainnya dilaporkan selamat namun mengalami luka yang sangat serius. Saat ini Gabe masih berada dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan medis intensif dari tim dokter.
Tim medis rumah sakit terus memantau perkembangan kesehatan Gabe secara ketat di ruang perawatan khusus. Pihak keluarga yang tersisa mendampingi proses pengobatan dengan harapan adanya mukjizat kesembuhan secepatnya.
Kabar duka ini dengan cepat menyebar ke lingkungan civitas akademika Universitas Jambi di Mendalo. Para dosen dan sesama mahasiswa baru menyampaikan simpati mendalam melalui berbagai saluran komunikasi.
Dukungan moral terus mengalir untuk menguatkan fisik dan mental Gabe yang sedang berjuang melewati masa kritis. Semua pihak berharap pemuda tersebut dapat bertahan melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya ini.
Pernyataan Duka Cita Rektor Universitas Jambi Prof Helmi
Rektor Universitas Jambi Prof. Helmi memimpin langsung penyampaian rasa berbelasungkawa yang paling dalam atas musibah ini. Seluruh jajaran pimpinan universitas menyatakan berdiri bersama keluarga besar korban yang sedang berduka.
Pihak rektorat menyuarakan doa agar almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Universitas Jambi juga memohon agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapat kekuatan serta ketabahan ekstra.
Khusus untuk ananda Gabe yang tengah berjuang di rumah sakit, doa tak henti-hentinya mengalir dari kampus. Universitas Jambi berharap cita-cita yang telah dirintis tetap menjadi cahaya penguat di tengah kehilangan besar ini.
Seluruh jajaran civitas akademika Universitas Jambi kini merapatkan barisan untuk memberikan dorongan moral secara berkelanjutan. Mereka berkomitmen menjaga agar api semangat dan impian Gabe bersama almarhum orang tuanya tetap menyala.(ar)









