Jambi Cultural Fest 2026 Digelar 16–18 Juli, Tampilkan 6 Koreografer dari Berbagai Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komula (Komunitas Mula) membuka opening ceremony JCF 2026 pada 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB di Teater Arena Taman Budaya Jambi.( poto : bicarajambi.com ).

Komula (Komunitas Mula) membuka opening ceremony JCF 2026 pada 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB di Teater Arena Taman Budaya Jambi.( poto : bicarajambi.com ).

Jambi, oegopost.id – Jambi Cultural Fest 2026 menjadi agenda seni yang hadir di Jambi pada 16–18 Juli 2026. Jambi Cultural Fest  berlangsung di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi dengan penyelenggaraan oleh Yayasan Arus Budaya bersama dukungan UPTD Taman Budaya Jambi.

Festival ini menghadirkan pertunjukan seni lintas daerah yang menampilkan koreografer, musisi tradisi, hingga instalasi seni visual. Panitia menyusun rangkaian acara yang berjalan selama tiga hari penuh.

Komula Buka Opening Ceremony JCF 2026

Komula (Komunitas Mula) membuka opening ceremony JCF 2026 pada 16 Juli 2026 pukul 20.00 WIB di Teater Arena Taman Budaya Jambi. Komunitas ini menampilkan karya pembuka dengan konsep kolaboratif yang menggabungkan tari dan musik.

Panitia juga menampilkan karya “Sebiduk Sedayung” karya Puji Lestari dalam sesi pembukaan. Karya ini menjadi salah satu sorotan utama dalam malam pertama festival.

JCF 2026 menghadirkan enam koreografer dari berbagai wilayah Indonesia. Panitia memilih Tri Putra Mahardhika (Jambi), Muhammad Fahrul (Kalimantan Barat), Fachri Matlawa (Papua), Shafira Emeralda (Bangka Belitung), I Putu Oka Surya Pratama (Bali), dan Ahmad Ghozali (Mentawai-Sumatera Barat).

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh “Tancap Gas” ke Kemenkes, Bawa Permintaan Mendesak

Masing-masing koreografer membawa identitas budaya daerah dan mengolahnya ke dalam karya pertunjukan. Panitia menempatkan keberagaman ini sebagai kekuatan utama festival.

Musik Tradisi dan Instalasi Seni Mengisi Festival

Azhar MJ, maestro musik tradisional Jambi, tampil dalam opening ceremony JCF 2026. Ia menghadirkan nuansa musik tradisi yang memperkuat identitas lokal dalam festival.

Di lobi Taman Budaya Jambi, pengunjung menikmati karya “Gilang” berupa music installation performance yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026. Instalasi ini memberi pengalaman interaktif sebelum pengunjung masuk ke ruang pertunjukan.

Panitia juga menghadirkan JCF Dance Crew serta penampilan Aiyla-Alvena-Khayla yang meramaikan opening ceremony.

Pengunjung JCF 2026 melihat karya fotografi Eko Wahyudi sebelum memasuki Gedung Teater Arena. Panitia menempatkan pameran ini sebagai bagian dari pengalaman visual festival.

Karya foto tersebut memperkuat suasana festival dengan pendekatan seni lintas medium yang lebih dekat dengan pengunjung.

Tema JCF 2026 Angkat Nilai Tradisi sebagai Solusi

Direktur festival Ichalago menjelaskan bahwa JCF 2026 mengangkat tema tradisi masyarakat asli dengan gagasan “bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban”.

Baca Juga :  Mahasiswa Belajar Sejarah Langsung di Candi Muaro Jambi

Ia menegaskan bahwa festival ini mendorong pemahaman baru tentang tradisi dalam menghadapi krisis sosial. Ia juga menyoroti peran tradisi dalam memperkuat gotong royong yang mulai melemah.

Menurut Ichalago, masyarakat adat menjaga lingkungan melalui cara hidup yang menghormati alam. Ia menilai nilai ini penting di tengah meningkatnya tekanan eksploitasi lingkungan.

“Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian, dan alam,” ujar Ichalago.

Ia juga menekankan bahwa JCF 2026 tidak berhenti pada nostalgia budaya, tetapi menggerakkan kesadaran baru untuk masa depan.

Jambi Cultural Fest terus berkembang dari tahun ke tahun. Pada 2024, festival ini melibatkan empat koreografer asal Jambi. Pada 2025, festival ini meluas ke empat provinsi di Sumatera.

Tahun 2026, panitia memperluas jangkauan hingga tingkat nasional dengan menghadirkan enam koreografer dari berbagai pulau di Indonesia. Panitia melihat langkah ini sebagai upaya memperkuat jaringan seni pertunjukan nasional.

Dengan konsep kolaborasi yang lebih luas, JCF 2026 memperkuat posisi Jambi sebagai salah satu pusat perkembangan seni pertunjukan di Indonesia.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jambi Klarifikasi Status Anggota RC, Tegaskan Semua Proses Sesuai Hukum
Gubernur Al Haris Dorong Relaksasi 30 Persen Belanja Pegawai APBD di DPR RI
DPR RI Dorong Regulasi Penataan Daerah 2026, Harapan Pemekaran Wilayah Kembali Menguat
Gempa M 4,5 Guncang Padang Pariaman, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kapolda Jambi Buka Diklat Audit Tingkat Dasar, Perkuat Pengawasan Internal dan Tata Kelola Polri
OMC Jambi Digencarkan, 15 Ton NaCl Disemai untuk Cegah Karhutla
PAGUJATI Hadir di Jambi, Dorong Penataan Infrastruktur Telekomunikasi dan Data Center Lokal
Warga Rantau Rasau Diduga Minum Racun Rumput, Meninggal Usai Jalani Perawatan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:00 WIB

Polda Jambi Klarifikasi Status Anggota RC, Tegaskan Semua Proses Sesuai Hukum

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:00 WIB

Gubernur Al Haris Dorong Relaksasi 30 Persen Belanja Pegawai APBD di DPR RI

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

Jambi Cultural Fest 2026 Digelar 16–18 Juli, Tampilkan 6 Koreografer dari Berbagai Daerah

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:00 WIB

DPR RI Dorong Regulasi Penataan Daerah 2026, Harapan Pemekaran Wilayah Kembali Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00 WIB

Gempa M 4,5 Guncang Padang Pariaman, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru