Jambi, oegopost.id – Pelaksana Harian Komandan Satgas Karhutla Jambi Brigjen TNI Nyamin menegaskan komitmen jajarannya dalam memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan. Langkah antisipasi tersebut disampaikan secara langsung melalui program wawancara Jambi Bicara di TVRI Jambi pada Selasa.
Ketua Komda Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Jambi Taufik Kurrahman turut mendampingi pemaparan strategi pencegahan bencana ekologis tahunan tersebut. Pihaknya mencatat total luas lahan terbakar di wilayah Jambi telah mencapai angka 157,54 hektar hingga pertengahan Juli 2026.
Guna mencegah perluasan dampak terhadap ekosistem dan kesehatan warga, petugas mengedepankan tindakan preventif secara masif. Tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dini pada setiap titik api yang terdeteksi.
Pencegahan Dini Lahan Gambut Melalui Modifikasi Cuaca
Satgas Karhutla Jambi mengawali langkah koordinasi lintas instansi sejak bulan April lalu guna merancang peta jalan penanganan bencana. Pihaknya kemudian melanjutkan strategi tersebut dengan Operasi Modifikasi Cuaca yang melibatkan BNPB dan sektor swasta.
Aksi nyata pembasahan lahan gambut melalui modifikasi cuaca sudah berjalan efektif sejak bulan Mei. Langkah ini menjadi krusial agar lapisan gambut tetap basah sehingga api tidak mudah menjalar di bawah permukaan.
Petugas menyiagakan sebanyak 81 posko kerawanan pada sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Posko tersebut berfungsi mempermudah deteksi dini sekaligus menjadi pusat sosialisasi pencegahan langsung kepada masyarakat sekitar.
Dukungan Armada Udara Dan Penyiapan Personel Pemadaman Darat
Unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta tim tanggap darurat perusahaan menyiagakan penuh seluruh perlengkapan pemadaman darat. Seluruh personel gabungan ini siap mendatangi lokasi titik api dengan cepat saat menerima laporan.
Pemerintah pusat memperkuat pergerakan tim lapangan dengan mengalokasikan bantuan armada udara secara optimal. Bantuan tersebut mencakup dua unit helikopter water bombing, dua unit pesawat patroli udara, serta satu unit pesawat modifikasi cuaca.
Brigjen TNI Nyamin meninjau langsung kondisi lapangan melalui patroli udara di kawasan gambut Sungai Gelam dan Kumpeh. Pemantauan udara ini bertujuan memastikan area rawan tetap aman dari ancaman kebakaran berulang.
Tim gabungan menggelar patroli udara dan darat secara rutin pada pagi hari untuk memverifikasi area bekas pemadaman. Sementara itu, petugas melakukan pemantauan pada sore hari guna mengawasi potensi aktivitas pembakaran secara ilegal.
Fasilitas Alat Berat Bagi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar
Sebagai solusi jangka panjang, Plh Dansatgas mengimbau masyarakat untuk meninggalkan metode pembakaran saat membersihkan lahan. Praktik pembakaran lahan gambut sangat berbahaya karena api dapat bertahan di bawah tanah dan sulit dipadamkan.
Pemerintah daerah memberikan kemudahan dengan memfasilitasi pinjaman alat berat bagi warga yang hendak membuka lahan pertanian. Fasilitas ini menjadi solusi konkret agar petani dapat mengolah lahan secara aman tanpa melanggar hukum.
Brigjen TNI Nyamin mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak perusahaan untuk bersinergi menjaga kelestarian lingkungan. Langkah bersama ini penting untuk memelihara kualitas udara serta menjaga stabilitas perekonomian di Provinsi Jambi.
Satgas Karhutla Jambi memastikan kesiapan personel selama 24 jam penuh untuk merespons timbulnya titik api secara cepat. Langkah siaga ini menjadi kunci utama dalam melindungi wilayah Jambi dari ancaman bencana asap.(ar)









