Sarolangun, oegopost.id – Tim gabungan mengamankan dua pria yang menduga kuat menjalankan praktik pungli truk batu bara di Kabupaten Sarolangun. Petugas mencokok kedua terduga pelaku saat menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan di Jalan Lintas Sumatera.
Aparat kepolisian langsung menggiring kedua terduga pelaku ke kantor polisi terdekat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi bertindak cepat setelah menemukan indikasi kuat praktik pemerasan liar terhadap para sopir angkutan barang.
Aparat Gabungan Amankan Dua Pria Terduga Pelaku
Aparat gabungan mencegat kedua terduga pelaku di kawasan Desa Bernai, Kecamatan Sarolangun, Sabtu malam. Petugas memergoki perbuatan mereka saat menyisir Jalinsum Sarolangun-Bangko sekitar pukul 22.00 WIB.
Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto memimpin langsung operasi penertiban di kawasan rawan tersebut. Beliau mengerahkan tim gabungan dari Polres Sarolangun, Polsek Sarolangun, TNI, hingga Satpol PP.
Petugas memeriksa identitas terduga pelaku berinisial M.H.A. alias B. yang berumur 29 tahun. Pria tersebut tercatat sebagai warga RT setempat di Desa Bernai Luar, Kecamatan Sarolangun.
Sementara itu, terduga pelaku kedua berinisial H.K. yang saat ini genap berusia 31 tahun. Pemuda ini berdomisili di Tanjung Rambai, Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun.
Polisi Dalami Asal Uang Dan Lakukan Tes
Petugas menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 180 ribu langsung dari lokasi kejadian. Uang hasil pengamanan tersebut terdiri dari 72 lembar uang dua ribuan dan dua lembar pecahan lima ribu.
Aparat kepolisian langsung membawa kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti menuju Mapolsek Sarolangun. Penyidik terus mendalami asal-usul barang bukti uang tunai tersebut untuk membuktikan dugaan tindak pidana.
Selain menjalankan pemeriksaan hukum, petugas medis juga menggelar tes urine terhadap kedua terduga pelaku. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari standar operasional prosedur penanganan kasus kriminal di kepolisian.
Kompol Angga Luvyanto menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Sarolangun. Pihaknya sengaja menggelar operasi KRYD untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan.
Aparat gabungan akan terus menggiatkan patroli berkala di berbagai titik rawan gangguan keamanan masyarakat. Polisi berjanji menindak tegas setiap pelanggaran hukum demi kenyamanan para pengguna jalan yang melintas.(ar)









