Batang Hari, oegopost.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) PGSD FKIP UNJA melatih guru SD Batanghari menyusun instrumen penilaian berstandar tinggi menggunakan teknologi modern. Sebanyak 18 tenaga pendidik SDN 14/I Sungai Baung mengikuti kegiatan pelatihan inovatif ini pada Jumat, 4 September 2026.
Dosen PGSD FKIP UNJA Dr. Ayatullah Muhammadin Al Fath, S.Pd., M.Pd. memimpin langsung tim pengabdian masyarakat tersebut. Empat akademisi lainnya, yakni Ditia Erika Febriani, Silvina Noviyanti, Febby Ayuni Putri, dan Erwin Efendi Hutagalung, turut mendampingi proses pelatihan dari awal hingga akhir.
Tim akademisi merancang pelatihan ini setelah melihat kendala para guru dalam membedakan soal bernalar tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dan soal tingkat rendah. Materi pelatihan mencakup pemahaman mendalam mengenai konsep HOTS, Taksonomi Bloom Revisi, Taksonomi SOLO, hingga teknik merancang stimulus kontekstual.
Narasumber mengenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta pemrograman coding sederhana untuk mempermudah pengelolaan bank soal sekolah. Para peserta langsung mempraktikkan pembuatan instrumen ujian melalui platform digital karya mahasiswa PkM PGSD UNJA.
Sistem digital ini menyatukan Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), kisi-kisi, draf soal, hingga kunci jawaban ke dalam satu wadah terpadu. Guru dapat mengunduh serta menyimpan dokumen akhir dalam format Word maupun PDF sesuai kebutuhan administrasi harian.
Inovasi ini memberikan akses penuh bagi para pendidik untuk membuka sistem kapan saja dan dari mana saja. Penggunaan platform digital menghemat waktu guru sehingga proses penyusunan instrumen penilaian berjalan lebih praktis, rapi, dan terstruktur.
Peran Sentral Guru Dalam Memeriksa Hasil Generasi AI
Pemateri tetap meminta para guru melakukan verifikasi ulang terhadap setiap draf soal buatan sistem AI. Langkah kecerdasan buatan belum tentu menghasilkan materi, konteks bahasa, serta tingkat kesulitan yang pas dengan kondisi nyata para murid di kelas.
Pendidik memegang kendali penuh dalam menyeleksi, merevisi, dan memastikan kualitas akhir soal sebelum membagikannya kepada siswa. Sentuhan manusia serta pertimbangan pedagogis guru menjadi kunci utama dalam menjaga kualifikasi instrumen ujian.
Kepala SDN 14/I Sungai Baung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh tim pengabdian UNJA. Pihak sekolah menilai materi pelatihan memberikan wawasan baru yang segar bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan teknologi secara produktif.
Pihak sekolah berharap kerja sama dengan universitas terus berlanjut pada masa mendatang demi memperkuat kompetensi mengajar para pendidik. Melalui program PkM ini, PGSD FKIP UNJA menegaskan komitmen nyata untuk terus mendorong mutu pendidikan dasar di wilayah Kabupaten Batanghari.(ar)









