Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing ( Poto : dok.Liputan6.com/Mabruri Pudyas Salim)

Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing ( Poto : dok.Liputan6.com/Mabruri Pudyas Salim)

Sleman, oegopost.id – Pasangan suami istri Ahmad Asrori dan Noni Suci Aristyani membangun usaha pertanian di Sleman, Yogyakarta, setelah mereka memutuskan meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Mereka mendirikan usaha bernama ASR Farm dan langsung menggarap lahan pertanian dengan pendekatan yang berbeda dari petani pada umumnya.

Sejak awal, mereka aktif mencari peluang usaha pertanian yang memiliki permintaan pasar stabil. Mereka kemudian memilih fokus pada komoditas kemangi karena melihat kebutuhan tinggi dari pelaku usaha kuliner, terutama warung makan seperti pecel lele dan warteg.


Petani Beralih ke Komoditas Kemangi yang Lebih Potensial

ASR Farm awalnya mencoba beberapa tanaman lain seperti timun baby, tetapi mereka menghadapi kendala dalam penjualan dan kestabilan permintaan. Setelah melakukan evaluasi, mereka beralih menanam kemangi dan langsung menyesuaikan strategi produksi dengan kebutuhan pasar.

Mereka menanam kemangi secara terencana dan menyesuaikan waktu panen dengan permintaan pembeli. Mereka juga membangun sistem distribusi yang lebih rapi agar produk tetap segar saat sampai ke pelanggan.

Baca Juga :  Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat

Dengan fokus tersebut, ASR Farm berhasil meningkatkan produktivitas dan memperkuat hubungan dengan pelanggan tetap. Mereka terus memperluas jaringan pembeli dari berbagai sektor usaha makanan.


Digital Marketing Dorong Lonjakan Penjualan

ASR Farm memanfaatkan digital marketing secara aktif untuk memperluas pasar. Mereka menggunakan berbagai platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, marketplace, hingga website untuk mempromosikan produk mereka.

Mereka secara rutin mengunggah konten tentang proses budidaya, panen, hingga pengiriman kemangi kepada pelanggan. Strategi ini membangun kepercayaan konsumen karena mereka melihat transparansi dalam proses produksi.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk menerima pesanan langsung tanpa perantara. Cara ini membuat mereka dapat menekan biaya distribusi dan meningkatkan keuntungan.

Digital marketing juga membantu ASR Farm memperluas pasar hingga luar daerah. Mereka tidak hanya menjual ke pembeli lokal, tetapi juga menjangkau pelaku usaha kuliner skala lebih besar.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Fokus B2B Tingkatkan Stabilitas Pendapatan

ASR Farm memilih fokus pada pasar Business to Business (B2B) seperti warung makan, pedagang sayur, dan distributor kecil. Mereka menjalin kerja sama jangka panjang dengan pelanggan untuk menjaga kestabilan permintaan.

Namun, mereka tetap membuka penjualan eceran dalam jumlah kecil untuk menjaga fleksibilitas usaha. Strategi ini membantu mereka menjaga arus kas tetap stabil sepanjang waktu.


Inspirasi Petani Muda di Era Digital

Kesuksesan ASR Farm menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat berkembang pesat jika menggabungkan teknik budidaya yang tepat dengan strategi pemasaran modern. Mereka membuktikan bahwa petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan nilai jual produk.

Kisah mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, bahwa pertanian bukan lagi sektor tradisional semata, tetapi sudah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di era digital.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cuan Mangga Dunia 2026 Tembus Rp1.200 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal
Avanza Bekas Masih Laris, Ini Harganya
Bos Bappebti Ungkap 5 Tips Aman Investasi Emas Digital
Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat
OJK: Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Kompetitif di Dunia
Harga Emas Antam Melonjak Tajam pada 14 April 2026
Avanza 2015–2016 Banyak Dicari, Ini Harganya…
Samsung Galaxy A57 5G vs Galaxy A55: Ini Perbedaan Desain, Performa, Kamera, dan Harganya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:00 WIB

Cuan Mangga Dunia 2026 Tembus Rp1.200 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal

Jumat, 17 April 2026 - 07:48 WIB

Avanza Bekas Masih Laris, Ini Harganya

Kamis, 16 April 2026 - 21:00 WIB

Bos Bappebti Ungkap 5 Tips Aman Investasi Emas Digital

Kamis, 16 April 2026 - 11:01 WIB

Cara Merangsang Alpukat di Lahan Sempit agar Cepat Berbuah Lebat

Rabu, 15 April 2026 - 18:00 WIB

Petani Kemangi Jogja Raup Omzet Tinggi Berkat Digital Marketing

Berita Terbaru

Gempa bumi dengan kekuatan sedang mengguncang wilayah Sumatera Utara, Indonesia. ( Astro Awani )

Nasional

Gempa Bumi Sumatera Utara 2026, Warga Sempat Panik

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:00 WIB

Koperasi Merah Putih membuka peluang kerja manajer dengan gaji Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan. ( Ilustrasi Poto : AI)

Nasional

Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Capai Rp15 Juta, Ini Faktanya

Minggu, 19 Apr 2026 - 19:00 WIB