Sleman, oegopost.id – Pasangan suami istri Ahmad Asrori dan Noni Suci Aristyani membangun usaha pertanian di Sleman, Yogyakarta, setelah mereka memutuskan meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Mereka mendirikan usaha bernama ASR Farm dan langsung menggarap lahan pertanian dengan pendekatan yang berbeda dari petani pada umumnya.
Sejak awal, mereka aktif mencari peluang usaha pertanian yang memiliki permintaan pasar stabil. Mereka kemudian memilih fokus pada komoditas kemangi karena melihat kebutuhan tinggi dari pelaku usaha kuliner, terutama warung makan seperti pecel lele dan warteg.
Petani Beralih ke Komoditas Kemangi yang Lebih Potensial
ASR Farm awalnya mencoba beberapa tanaman lain seperti timun baby, tetapi mereka menghadapi kendala dalam penjualan dan kestabilan permintaan. Setelah melakukan evaluasi, mereka beralih menanam kemangi dan langsung menyesuaikan strategi produksi dengan kebutuhan pasar.
Mereka menanam kemangi secara terencana dan menyesuaikan waktu panen dengan permintaan pembeli. Mereka juga membangun sistem distribusi yang lebih rapi agar produk tetap segar saat sampai ke pelanggan.
Dengan fokus tersebut, ASR Farm berhasil meningkatkan produktivitas dan memperkuat hubungan dengan pelanggan tetap. Mereka terus memperluas jaringan pembeli dari berbagai sektor usaha makanan.
Digital Marketing Dorong Lonjakan Penjualan
ASR Farm memanfaatkan digital marketing secara aktif untuk memperluas pasar. Mereka menggunakan berbagai platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, marketplace, hingga website untuk mempromosikan produk mereka.
Mereka secara rutin mengunggah konten tentang proses budidaya, panen, hingga pengiriman kemangi kepada pelanggan. Strategi ini membangun kepercayaan konsumen karena mereka melihat transparansi dalam proses produksi.
Selain itu, mereka juga memanfaatkan media sosial untuk menerima pesanan langsung tanpa perantara. Cara ini membuat mereka dapat menekan biaya distribusi dan meningkatkan keuntungan.
Digital marketing juga membantu ASR Farm memperluas pasar hingga luar daerah. Mereka tidak hanya menjual ke pembeli lokal, tetapi juga menjangkau pelaku usaha kuliner skala lebih besar.
Fokus B2B Tingkatkan Stabilitas Pendapatan
ASR Farm memilih fokus pada pasar Business to Business (B2B) seperti warung makan, pedagang sayur, dan distributor kecil. Mereka menjalin kerja sama jangka panjang dengan pelanggan untuk menjaga kestabilan permintaan.
Namun, mereka tetap membuka penjualan eceran dalam jumlah kecil untuk menjaga fleksibilitas usaha. Strategi ini membantu mereka menjaga arus kas tetap stabil sepanjang waktu.
Inspirasi Petani Muda di Era Digital
Kesuksesan ASR Farm menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat berkembang pesat jika menggabungkan teknik budidaya yang tepat dengan strategi pemasaran modern. Mereka membuktikan bahwa petani dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan nilai jual produk.
Kisah mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, bahwa pertanian bukan lagi sektor tradisional semata, tetapi sudah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di era digital.***









