Jambi, oegopost.id – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti Jambi di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi pada Jumat siang. Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi penuh peresmian fasilitas bersejarah yang berlokasi di atas lahan seluas 29 hektare tersebut.
Kehadiran museum ini menandai babak baru dalam merekam rekam jejak peradaban Provinsi Jambi secara utuh dan menyeluruh. Pemerintah Daerah menilai bangunan ini menjadi rahmat luar biasa bagi penyelamatan sejarah lokal.
Pemerintah Provinsi Jambi Dorong Peningkatan Status Bandara
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa museum ini menampilkan rangkaian sejarah panjang mulai dari era Buddha hingga peradaban Islam. Bangunan modern tersebut tidak hanya menyajikan tontonan visual, melainkan juga menyediakan ruang penelitian dan pendidikan berkualitas.
Pemerintah Daerah telah mengusulkan peningkatan status Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi bandara internasional kepada Menteri Perhubungan. Langkah strategis ini bertujuan mempermudah akses langsung bagi para mahasiswa asing serta peziarah mancanegara menuju Muaro Jambi.
Al Haris optimistis KCBN Muaro Jambi dapat meraih status warisan dunia dari UNESCO menyusul keberhasilan Geopark Merangin. Pengakuan internasional tersebut akan memperkuat posisi Jambi sebagai pusat kebudayaan dan paru-paru hijau Pulau Sumatra.
Menteri Kebudayaan Dorong Penguatan Ekosistem Riset Multidisiplin
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan Museum Sriwijaya Dharmakirti sebagai pusat laboratorium riset dan pembelajaran multidisiplin secara berkelanjutan. Fasilitas ini menghubungkan ingatan masa lalu dengan rancangan masa depan melalui kolaborasi lintas sektor.
Fadli Zon menegaskan keberadaan museum ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha swasta. Riset mendatang akan mencakup disiplin ilmu arkeologi, hidrologi, konservasi, digitalisasi, hingga kajian ekonomi budaya.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen membangun ekosistem pendukung yang melibatkan partisipasi aktif warga sekitar kawasan cagar budaya. Konsep pengembangan ini meniru keberhasilan pengelolaan kawasan wisata sejarah Borobudur dan Prambanan di Pulau Jawa.
Pemerintah pusat merancang kompleks museum ini sebagai pusat edukasi, perpustakaan media, hingga etalase produk kuliner lokal. Pengelola juga menyajikan atraksi teknologi imersif serta cinderamata khas untuk meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun asing.
Tim Arkeologi Terapkan Prosedur Ketat Sebelum Pembangunan
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan menjelaskan bahwa proses revitalisasi KCBN Muaro Jambi berjalan sejak tahun 2022. Seluruh tahapan pembangunan fisik menerapkan prosedur keamanan yang sangat ketat dan terencana secara ilmiah.
Tim ahli melakukan uji tanah arkeologi secara menyeluruh sebelum proses konstruksi museum dimulai di zona pengembangan. Langkah presisi ini memastikan alat berat tidak merusak struktur cagar budaya yang masih terpendam di dalam tanah.
Pemerintah memastikan bahwa pengembangan kawasan museum tetap memprioritaskan kelestarian artefak dan situs bersejarah di sekitarnya. Integrasi antara perlindungan warisan budaya dan manfaat ekonomi masyarakat menjadi fokus utama revitalisasi kawasan ini.(ar)









