Jambi, oegopost.id – Korem 042/Gapu memperkuat langkah penanganan dampak kesehatan masyarakat dengan menggelar penyaluran masker kabut asap di Provinsi Jambi. Langkah konkret ini menjadi bentuk kepedulian nyata TNI dalam melindungi warga dari bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menyerahkan langsung bantuan puluhan ribu alat pelindung pernapasan tersebut di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem. Bantuan dari Presiden Republik Indonesia ini menyasar berbagai elemen masyarakat yang terdampak paparan udara buruk.
Jajaran TNI mengalokasikan sebanyak 25.000 unit masker jenis N98 yang terbagi ke dalam 25 dus kemasan besar. Setiap dus memuat 50 boks berisi masing-masing 20 lembar masker standar kesehatan.
Masker tersebut berfungsi menahan partikel halus berukuran PM2.5 serta debu mikroskopis berbahaya hasil pembakaran lahan. Perlindungan ekstra ini sangat dibutuhkan masyarakat karena kabut asap tebal masih menyelimuti wilayah Jambi.
Petugas membagikan masker secara merata ke sejumlah instansi teknis dan satuan lapangan penanggulangan bencana. Langkah ini memastikan pembagian alat pelindung diri berjalan cepat dan tepat sasaran.
Penerima bantuan mencakup personel Kodim 0415/Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Kantor Basarnas, serta petugas Manggala Agni. Sektor pelayanan publik seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Rumah Sakit Dr. Bratanata juga menerima jatah pendistribusian.
Sinergi Lintas Sektor untuk Melindungi Masyarakat Terdampak Asap
Pihak Makorem turut merangkul sektor pendidikan dengan membagikan masker ke SMAN 1, SMKN 1, dan SMA Adhyaksa Kota Jambi. Kelompok rentan seperti Asosiasi Pedagang Kaki Lima Jambi tidak luput dari sasaran pembagian bantuan ini.
Kondisi kualitas udara di Kota Jambi belakangan ini telah menyentuh kategori sangat tidak sehat bagi tubuh. Pemkot Jambi bahkan memprioritaskan penanganan khusus pada peserta didik demi meminimalkan risiko gangguan pernapasan.
Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa jajarannya fokus menyelaraskan aksi pemadaman api dengan upaya perlindungan kesehatan warga. Para petugas di lapangan terus bekerja keras melakukan pendinginan titik api sembari membagikan masker.
Danrem mengimbau warga agar menekan aktivitas di luar ruangan jika kondisi kualitas udara makin memburuk. Ia memandag sinergi erat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga sebagai kunci utama dalam memenangkan perjuangan melawan Karhutla.(ar)









