Jambi, oegopost.id – Kebakaran mess Polda Jambi membumihanguskan delapan unit rumah dinas di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kamis (30/7/2026) siang. Kobaran api menjalar cepat dan melalap seluruh fisik bangunan kompleks hunian anggota kepolisian tersebut.
Saksi mata pertama kali menyaksikan kepulan asap tebal membubung tinggi dari atas atap salah satu rumah. Warga yang panik langsung berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya melapor ke petugas dinas pemadam.
Damkartan Kota Jambi Kerahkan Sembilan Puluh Personel
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi menerima laporan darurat warga pada pukul 11.03 WIB melalui pesan WhatsApp. Petugas piket merespons laporan tersebut secara cepat dan langsung memberangkatkan armada tempur lima menit kemudian.
Tim pemadam mendarat di lokasi musibah tepat pukul 11.16 WIB dengan catatan response time delapan menit dari Mako Damkartan. Kedatangan armada yang cepat membantu petugas mengepung titik api agar tidak merambat ke pemukiman lain.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, memimpin langsung operasi pemadaman di area permukiman padat penduduk tersebut. Pihaknya menerjunkan 90 personel gabungan dari Mako pusat dan sejumlah pos pelayanan wilayah.
Petugas menyemprotkan sedikitnya 99 ribu liter air untuk menundukkan kobaran api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung intensif selama tiga jam hingga seluruh titik api benar-benar padam total.
Jalur Sempit Dan Kerumunan Warga Sempat Menghambat
Petugas lapangan menghadapi kendala teknis saat berupaya menjangkau lokasi kejadian di kawasan padat permukiman ini. Akses jalan masuk yang relatif sempit menyulitkan maneuver kendaraan armada tempur berukuran besar.
Selain masalah akses, banyaknya warga yang berkerumun mendekati titik kebakaran juga sempat mengganggu ruang gerak personel. Petugas mengimbau masyarakat untuk menjauh demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.
Damkartan langsung berkoordinasi dengan petugas PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi musibah. Pemutusan arus listrik ini bertujuan untuk mencegah timbulnya bahaya korsleting susulan saat penyemprotan air.
Aparat gabungan TNI dan Polri turut melapis pengamanan di sekitar lokasi kejadian selama operasi berlangsung. Sinergi antar instansi ini membuat proses evakuasi dan isolasi area berjalan dengan aman.
Polisi Pasang Garis Polisi Dan Gelar Penyelidikan
Setelah mengendalikan api, petugas melanjutkan tahap pendinginan untuk menyisir sisa-sisa material yang masih panas. Langkah pendinginan ini memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi di bawah puing bangunan.
Mustari Affandi mengonfirmasi bahwa delapan rumah dinas yang terbakar merupakan mess aktif jajaran Polda Jambi. Peristiwa ini tidak memakan korban jiwa maupun korban luka-luka di pihak penghuni.
Petugas masih mendata total kerugian materiil akibat kerusakan seluruh fisik bangunan beserta isinya tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekeliling tempat kejadian perkara.
Tim penyidik kepolisian langsung melakukan olah TKP awal untuk mengumpulkan berbagai bahan keterangan. Aparat masih menyelidiki penyebab pasti munculnya percikan api pertama yang memicu kebakaran besar ini.(ar)









