Jakarta, Oegopost.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan koreksi tajam. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut terpangkas 1,00 persen ke level 5.385 hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (26/10/2026).
Laju indeks sebenarnya sempat mencicipi zona hijau pada awal perdagangan. IHSG dibuka pada level 5.442,300, lalu menanjak menyentuh titik tertinggi di posisi 5.453,647.
Tekanan jual yang membesar segera membalikkan arah indeks. IHSG bahkan sempat merosot hingga menyentuh titik terendah harian di angka 5.349,754 sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan menjelang jeda siang.
Aktivitas perdagangan paruh hari ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 7,597 triliun. Para pelaku pasar memperdagangkan sekitar 18,574 miliar lembar saham melalui 1.143.355 kali frekuensi transaksi.
Pelemahan pasar tercermin dari dominasi pergerakan saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 474 saham tercatat melemah, hanya 189 saham yang berhasil menguat, dan 128 saham bergerak mendatar.
Kondisi tersebut membuat total kapitalisasi pasar di BEI kini berada di level Rp 9.505,669 triliun. Mayoritas sektor menekan laju indeks seiring maraknya aksi jual pelaku pasar.
Saham Perbankan Jadi Sasaran Jual Investor Asing
Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 1,14 triliun pada perdagangan sesi pertama. Angka ini berasal dari nilai jual saham asing yang mencapai Rp 2,69 triliun berbanding nilai beli yang hanya Rp 1,55 triliun.
Arus dana keluar tersebut menyasar saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan pertama daftar lepas asing dengan net sell mencapai Rp 201,92 miliar.
Aksi jual juga menimpa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan catatan arus keluar Rp 129,94 miliar. Menyusul di belakangnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan net sell asing Rp 89,67 miliar.
Selain sektor perbankan, investor asing mengobral saham komoditas energi dan mineral. Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatat nilai jual bersih Rp 83,53 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas sebesar Rp 47,43 miliar.
Beberapa emiten lain yang turut mengisi daftar jual asing mencakup PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp 39,55 miliar. Asing juga melepas kepemilikan di saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 39,29 miliar serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 31,55 miliar.
BRIS dan TPIA Pimpin Akumulasi Saham oleh Asing
Meski mencatatkan net sell secara agregat, investor asing tetap mengoleksi sejumlah saham pilihan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memimpin daftar beli bersih asing dengan nilai akumulasi Rp 18,42 miliar.
Minat beli pemodal luar negeri juga mengalir ke sektor petrokimia. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan pembelian bersih asing sebesar Rp 18,29 miliar sepanjang sesi pagi.
Saham energi dan logistik turut melengkapi daftar akumulasi pemodal asing. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menorehkan net buy sebesar Rp 6,85 miliar, disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang mengantongi arus masuk Rp 5,47 miliar.
Daftar lima besar saham incaran asing ditutup oleh emiten semen pelat merah. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatat pembelian bersih pemodal luar negeri senilai Rp 4,66 miliar hingga akhir perdagangan siang ini.(ar)









