Jakarta, oegopost.id – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha Assegaf, meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026) di usia 84 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi pendiri PAN Abdillah Toha Assegaf yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia.
PAN Sampaikan Duka Mendalam
Ketua Umum Zulkifli Hasan langsung menyampaikan kabar duka tersebut. Ia mengaku kehilangan sosok yang banyak memberi gagasan sejak awal berdirinya partai.
“Turut berduka cita atas wafatnya almarhum Abdillah Toha Assegaf,” ujar Zulkifli Hasan kepada Kompas.com.
Selain itu, ia menilai Abdillah sebagai tokoh yang konsisten menjaga nilai perjuangan PAN sejak masa awal reformasi. Karena itu, banyak kader merasa kehilangan sosok panutan.
Sosok di Balik Lahirnya PAN
Abdillah Toha lahir di Solo pada 29 April 1942. Ia ikut terlibat dalam momen penting politik Indonesia setelah runtuhnya Orde Baru.
Kemudian, pada 1998, ia bersama Amien Rais ikut mendirikan Partai Amanat Nasional. Langkah ini muncul di tengah semangat reformasi yang saat itu sedang menguat di masyarakat.
Selain itu, Abdillah juga dipercaya menjadi salah satu formatir awal partai dan masuk ke jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dari sana, ia ikut membangun struktur awal PAN agar lebih solid.
Kiprah di Parlemen dan Politik
Setelah PAN terbentuk, Abdillah Toha kemudian melanjutkan perannya di parlemen. Ia duduk sebagai anggota DPR RI dan bertugas di Komisi I.
Komisi tersebut membahas isu pertahanan, luar negeri, hingga komunikasi. Dalam perannya, Abdillah dikenal cukup aktif menyuarakan berbagai pandangan politik.
Di sisi lain, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR. Posisi ini membuatnya ikut menentukan arah kebijakan partai di parlemen.
Menurut catatan Tribunnews, Abdillah termasuk tokoh yang konsisten mendorong gagasan reformasi dan demokrasi sejak awal era keterbukaan politik.
Kenangan dan Warisan Politik
Sejumlah kader PAN menyampaikan duka dan mengenang Abdillah sebagai sosok sederhana namun tegas dalam prinsip. Banyak yang menilai ia berperan penting dalam membentuk identitas awal partai.
Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa kontribusi Abdillah tidak akan dilupakan. Ia menilai fondasi PAN tidak lepas dari peran para pendiri seperti almarhum.
Selain itu, banyak tokoh politik menilai kepergian Abdillah menjadi momen refleksi bagi perjalanan PAN dan politik Indonesia secara lebih luas.(ar)









