Jambi, oegopost.id – Pascasarjana Universitas Jambi menggelar forum akademis mengenai pemajuan kebudayaan dalam perspektif ekonomi budaya pada Jumat, 31 Juli 2026. Forum ilmiah yang berlangsung di Auditorium Graha Singadekane Kampus UNJA Telanaipura ini menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hon.). Dr. Fadli Zon, M.Sc. sebagai penceramah utama.
Selain itu, kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi bagian penting dari agenda kunjungan kerjanya di Bumi Sepucuk Jambi Lurah. Beliau juga meresmikan Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi pada hari yang sama.
Oleh karena itu, melalui diskusi publik tersebut, pihak universitas menyediakan wadah bertukar pikiran terkait pentingnya melestarikan situs bersejarah. Upaya pemeliharaan warisan tradisi ini berpotensi besar memperkuat perekonomian daerah berbasis kearifan lokal.
Selanjutnya, Rektor UNJA Helmi membuka forum ilmiah tersebut secara resmi di hadapan ratusan civitas akademika. Dalam kesempatan ini, jajaran pejabat daerah seperti Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. turut mendampingi jalannya acara.
Sementara itu, beberapa pimpinan kampus seperti Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H. dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Prof. Dr. Ir. Depison, M.P. juga menghadiri forum tersebut. Di samping itu, sejumlah dekan fakultas beserta mahasiswa pascasarjana memadati ruangan dengan antusiasme tinggi.
Sinergi Perguruan Tinggi Dan Pemerintah Menjaga Kebudayaan
Pada awal sambutannya, Rektor UNJA Helmi menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan jajaran kementerian ke kampus hijau tersebut. Pihaknya menilai bahwa pertemuan akademis ini menjadi pijakan kuat untuk mempererat kerja sama antarlembaga.
Sebab, lembaga pendidikan tinggi memegang peran sentral dalam merawat serta menyebarkan nilai-nilai tradisi luhur kepada para mahasiswa. Oleh sebab itu, UNJA memfokuskan proses transformasi nilai tersebut melalui program pendidikan, kegiatan penelitian, serta pengabdian masyarakat.
Lebih lanjut, kehadiran jajarannya memberikan dorongan moral bagi seluruh akademisi kampus untuk terus memajukan tradisi Nusantara. Langkah nyata ini menjadi ikhtiar penting demi menjawab tantangan era globalisasi tanpa merusak akar budaya setempat.
Kebudayaan Sebagai Modal Utama Pembangunan Ekonomi Masyarakat
Kemudian, dalam pemaparannya, Fadli Zon menegaskan pentingnya menempatkan pemajuan nilai tradisi sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Pasalnya, kekayaan budaya tidak sekadar menjadi identitas diri bangsa, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi melimpah.
Dengan demikian, pengelolaan aset budaya secara tepat sanggup melahirkan nilai tambah yang menguntungkan masyarakat sekitar. Maka dari itu, pemerintah mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengelola potensi warisan leluhur secara kreatif dan produktif.
Di samping itu, Menteri Kebudayaan mengingatkan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara instansi pemerintah, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan. Kehadiran Museum Sriwijaya Dharmakirti menjadi bukti nyata penguatan ekosistem riset, pendidikan, dan wisata sejarah.
Bahkan, Fadli Zon menegaskan kekayaan tradisi merupakan modal sosial berharga untuk merancang masa depan bangsa. Oleh karena itu, pengelolaan peninggalan bersejarah di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi memerlukan dukungan lintas sektor demi kesejahteraan generasi mendatang.
Antusiasme Mahasiswa Dalam Diskusi Ekonomi Berbasis Tradisi
Selama acara berlangsung, para peserta menyimak seluruh rangkaian agenda ilmiah tersebut dengan tingkat perhatian yang sangat tinggi. Bahkan, mahasiswa mengajukan beragam pertanyaan krusial saat sesi tanya jawab interaktif berlangsung.
Secara khusus, topik diskusi berfokus pada perumusan taktik pelestarian warisan budaya di tengah gempuran modernisasi teknologi. Selain itu, peserta juga membedah potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi lokal bersama narasumber.
Akhirnya, pihak kampus berharap kegiatan ini makin mengokohkan kedudukan universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan. UNJA siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pemajuan seluruh potensi kebudayaan nasional.
Pada akhirnya, kegiatan ini sekaligus memupuk kepedulian para generasi muda untuk menjaga aset berharga milik bangsa. Sebab, pemahaman mengenai kekayaan budaya menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.(ar)









