Massa Hadang Polisi Saat Razia Tambang Emas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, mendapat perlawanan dari warga.( poto: infojambi.com).

Upaya penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, mendapat perlawanan dari warga.( poto: infojambi.com).

Merangin, oegopost.id – Upaya penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, mendapat perlawanan sengit dari warga. Tim kepolisian yang berasal dari Mabes Polri kabarnya mendapat penghadangan massa saat menggelar razia di kawasan Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat. Insiden ketegangan di area tambang ilegal ini berlangsung pada Kamis sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan personel kepolisian mendatangi lokasi tambang emas ilegal tersebut untuk memberantas praktik penambangan tanpa dokumen resmi. Kawasan Desa Tanjung Putus selama ini memang menjadi salah satu titik pusat aktivitas penambangan emas tanpa izin yang meresahkan. Kedatangan aparat bertujuan menegakkan hukum serta menghentikan kerusakan lingkungan di wilayah Merangin.

Namun, rencana penertiban tersebut langsung buyar begitu petugas menginjakkan kaki di area tambang. Sejumlah warga yang berada di kawasan tambang langsung menyuarakan penolakan keras dan melakukan aksi penghadangan. Massa terus merangsek maju hingga membuat situasi di lapangan menjadi sangat tidak kondusif bagi aparat.

Puluhan Personel Kepolisian Mundur Demi Hindari Bentrokan

Melihat jumlah massa yang sangat banyak dan terus bertambah, aparat kepolisian mengambil keputusan taktis untuk mundur dari lokasi. Langkah ini petugas lakukan demi menghindari terjadinya bentrokan fisik atau hal-hal tidak diinginkan yang bisa memicu jatuhnya korban. Akibat penghadangan massal ini, razia besar-besaran yang sudah terjadwal tersebut terpaksa batal terlaksana.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Lepas Kontingen Jambi ke PESPARAWI Nasional XIV 2026

Kepala Seksi Humas Polres Merangin, Iptu Sakirman, membenarkan adanya peristiwa penghadangan terhadap aparat kepolisian saat kegiatan penertiban berlangsung. Pihaknya mengonfirmasi bahwa ketegangan tersebut sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden penolakan tambang emas ilegal tersebut.

Iptu Sakirman juga memaparkan bahwa personel yang turun ke lapangan tersebut merupakan tim khusus yang datang langsung dari Mabes Polri. Pihak Polres Merangin sendiri mengaku tidak menerima laporan awal atau koordinasi terkait operasi penertiban di wilayah hukum mereka tersebut. Namun, Polres Merangin memastikan bahwa saat ini situasi di lokasi kejadian sudah kembali aman dan kondusif.

Penggunaan Alat Berat Ekskavator Marak Di Merangin

Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Merangin hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Berdasarkan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Merangin terus berlangsung tanpa henti. Praktik terlarang ini bahkan melibatkan penggunaan alat berat jenis ekskavator dalam jumlah besar untuk mengeruk tanah.

Baca Juga :  Polemik Kepemimpinan Unbari Jambi Memanas, Sengketa Yayasan Belum Berakhir

Peristiwa penghadangan tim Mabes Polri ini langsung menjadi perhatian publik setelah sejumlah video amatir merekam kejadian di lokasi. Rekaman video tersebut beredar luas dan mendadak viral di berbagai media sosial, terutama platform TikTok. Dalam video itu, tampak jelas sekelompok massa menghalau aparat yang datang sehingga memicu beragam tanggapan dari warganet.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mabes Polri terkait kronologi lengkap maupun langkah lanjutan pasca insiden penghadangan. Aparat kepolisian setempat terus berjaga dan memastikan kondisi di lokasi tambang saat ini dalam keadaan aman terkendali. Warga berharap ada solusi permanen agar konflik antara aparat dan penambang tidak kembali terulang.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan Rumah Mewah Medan Polonia: 4 Pekerja Tertimbun Puing Bangunan
Penjarahan Sawit PTPN IV Kampar Digagalkan, 4,5 Ton TBS Disita
Arena Judi Sabung Ayam di Air Hangat Kerinci Digerebek, Polisi Sita Genset dan Bakar Gelanggang
Guru P3K Merangin Diduga Terlibat Aktivitas PETI Pakai Alat Berat
Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatra di Jambi
Hacker Bulgaria Kuras Ratusan Miliar Rupiah Bank Jambi, Polisi Tangkap Tiga Pelaku Lokal
BPH Migas Temukan Modus QR Code Ganda di SPBU Jambi, Pasokan Diduga Mengalir ke Industri
Manggala Agni Kepung Kebakaran Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Riau
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:00 WIB

Ledakan Rumah Mewah Medan Polonia: 4 Pekerja Tertimbun Puing Bangunan

Senin, 20 Juli 2026 - 13:00 WIB

Penjarahan Sawit PTPN IV Kampar Digagalkan, 4,5 Ton TBS Disita

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:00 WIB

Arena Judi Sabung Ayam di Air Hangat Kerinci Digerebek, Polisi Sita Genset dan Bakar Gelanggang

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:00 WIB

Guru P3K Merangin Diduga Terlibat Aktivitas PETI Pakai Alat Berat

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:00 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatra di Jambi

Berita Terbaru