Merangin, oegopost.id – Upaya penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, mendapat perlawanan sengit dari warga. Tim kepolisian yang berasal dari Mabes Polri kabarnya mendapat penghadangan massa saat menggelar razia di kawasan Desa Tanjung Putus, Kecamatan Tabir Barat. Insiden ketegangan di area tambang ilegal ini berlangsung pada Kamis sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan personel kepolisian mendatangi lokasi tambang emas ilegal tersebut untuk memberantas praktik penambangan tanpa dokumen resmi. Kawasan Desa Tanjung Putus selama ini memang menjadi salah satu titik pusat aktivitas penambangan emas tanpa izin yang meresahkan. Kedatangan aparat bertujuan menegakkan hukum serta menghentikan kerusakan lingkungan di wilayah Merangin.
Namun, rencana penertiban tersebut langsung buyar begitu petugas menginjakkan kaki di area tambang. Sejumlah warga yang berada di kawasan tambang langsung menyuarakan penolakan keras dan melakukan aksi penghadangan. Massa terus merangsek maju hingga membuat situasi di lapangan menjadi sangat tidak kondusif bagi aparat.
Puluhan Personel Kepolisian Mundur Demi Hindari Bentrokan
Melihat jumlah massa yang sangat banyak dan terus bertambah, aparat kepolisian mengambil keputusan taktis untuk mundur dari lokasi. Langkah ini petugas lakukan demi menghindari terjadinya bentrokan fisik atau hal-hal tidak diinginkan yang bisa memicu jatuhnya korban. Akibat penghadangan massal ini, razia besar-besaran yang sudah terjadwal tersebut terpaksa batal terlaksana.
Kepala Seksi Humas Polres Merangin, Iptu Sakirman, membenarkan adanya peristiwa penghadangan terhadap aparat kepolisian saat kegiatan penertiban berlangsung. Pihaknya mengonfirmasi bahwa ketegangan tersebut sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden penolakan tambang emas ilegal tersebut.
Iptu Sakirman juga memaparkan bahwa personel yang turun ke lapangan tersebut merupakan tim khusus yang datang langsung dari Mabes Polri. Pihak Polres Merangin sendiri mengaku tidak menerima laporan awal atau koordinasi terkait operasi penertiban di wilayah hukum mereka tersebut. Namun, Polres Merangin memastikan bahwa saat ini situasi di lokasi kejadian sudah kembali aman dan kondusif.
Penggunaan Alat Berat Ekskavator Marak Di Merangin
Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Merangin hingga kini masih menjadi persoalan serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Berdasarkan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, aktivitas tambang emas ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Merangin terus berlangsung tanpa henti. Praktik terlarang ini bahkan melibatkan penggunaan alat berat jenis ekskavator dalam jumlah besar untuk mengeruk tanah.
Peristiwa penghadangan tim Mabes Polri ini langsung menjadi perhatian publik setelah sejumlah video amatir merekam kejadian di lokasi. Rekaman video tersebut beredar luas dan mendadak viral di berbagai media sosial, terutama platform TikTok. Dalam video itu, tampak jelas sekelompok massa menghalau aparat yang datang sehingga memicu beragam tanggapan dari warganet.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mabes Polri terkait kronologi lengkap maupun langkah lanjutan pasca insiden penghadangan. Aparat kepolisian setempat terus berjaga dan memastikan kondisi di lokasi tambang saat ini dalam keadaan aman terkendali. Warga berharap ada solusi permanen agar konflik antara aparat dan penambang tidak kembali terulang.(ar)









