Muaro Jambi, oegopost.id – Pencurian kabel listrik PLN kembali menjadi sorotan di Kabupaten Muaro Jambi. Aksi kriminal ini mengganggu layanan publik dan memicu keresahan warga karena menyebabkan pemadaman listrik secara tiba-tiba.
Kejadian tersebut juga menimbulkan kerugian bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik.
Kasus terbaru terjadi di Desa Mudung Darat, Kecamatan Maro Sebo. Pelaku diduga membawa kabur kabel utama berukuran 4×70 sepanjang kurang lebih 50 meter. Akibatnya, aliran listrik ke puluhan rumah warga langsung terputus tanpa peringatan.
Warga menilai aksi ini semakin sering terjadi dan membutuhkan penanganan serius dari aparat penegak hukum.
Warga Temukan Aktivitas Mencurigakan di Tengah Malam
Salah satu warga, Mek Pawil, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ia mendengar suara keras dari arah luar rumahnya saat kondisi lingkungan sedang gelap.
Karena curiga, ia keluar membawa senter untuk memeriksa sumber suara tersebut. Ia kemudian melihat kabel listrik berukuran besar sudah jatuh dan melintang di jalan depan rumahnya.
Awalnya, ia mengira suara itu berasal dari aktivitas panen sawit di sekitar rumahnya. Namun, setelah melihat lebih jelas, ia menyadari bahwa kabel listrik telah dipotong dan jatuh ke tanah.
“Saya kira sawit jatuh seperti biasa, ternyata kabel besar sudah di tanah,” ujarnya.
Saat melakukan pengamatan lebih lanjut, Mek Pawil juga melihat tiga orang tidak dikenal berada di sekitar tiang listrik. Ketiganya tampak menggunakan senter dan beraktivitas di lokasi sebelum akhirnya melarikan diri ketika diketahui warga.
PLN Lakukan Perbaikan Darurat di Lokasi
Petugas teknis PLN segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Mereka langsung melakukan perbaikan darurat untuk memulihkan pasokan listrik yang padam.
Supriadi, petugas teknis di lapangan, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pencurian kabel listrik tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat luas.
Ia menjelaskan bahwa gangguan akibat pencurian kabel sudah sering terjadi di wilayah Muaro Jambi. Kondisi ini membuat tim teknis harus berulang kali melakukan perbaikan dalam situasi darurat.
“Kami sering menerima laporan kabel hilang atau putus akibat di curi. Ini sudah berulang kali terjadi,” kata Supriadi.
Warga dan PLN Desak Penindakan Tegas
Kasus ini menambah daftar panjang gangguan pada jaringan listrik akibat aksi kriminal. Warga berharap aparat kepolisian segera meningkatkan patroli dan menindak para pelaku secara tegas.
Supriadi juga meminta aparat untuk segera mengusut tuntas kasus ini. Menurutnya, aksi pencurian kabel sudah masuk kategori gangguan serius terhadap fasilitas umum.
Ia menilai kejadian tersebut dapat merugikan banyak pihak karena listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. Selain itu, gangguan ini juga berpotensi terjadi berulang jika tidak ada tindakan pencegahan.
Akibat kabel utama terputus, aliran listrik ke puluhan rumah warga langsung padam. Banyak warga mengaku terkejut karena pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Kondisi ini mengganggu aktivitas rumah tangga dan menimbulkan ketidaknyamanan di malam hari. Warga juga khawatir aksi serupa kembali terjadi jika pengawasan tidak di perketat.
Pihak PLN mencatat bahwa keluhan pelanggan terkait pemadaman akibat faktor eksternal terus meningkat. Hal ini memperkuat kebutuhan akan pengamanan infrastruktur kelistrikan di wilayah rawan.
Masyarakat Muaro Jambi kini menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku. Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat di titik-titik jaringan listrik yang rawan pencurian.
Dengan meningkatnya kasus ini, sinergi antara warga, aparat, dan pihak PLN di nilai penting untuk mencegah kerugian lebih luas. Keamanan infrastruktur listrik menjadi perhatian utama agar pelayanan publik tetap berjalan normal.(ar)









