Batanghari, oegopost.id – Tinggi muka air sungai Batanghari di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, terus turun dalam beberapa hari terakhir, Jumat (19/6/2026).
Kondisi ini terlihat langsung dari menyusutnya aliran sungai yang membuat dasar sungai mulai terlihat di sejumlah titik tepian.
Petugas dan warga di lapangan melihat alat pengukur tinggi muka air berada jauh di atas permukaan air. Situasi itu menunjukkan debit Sungai Batanghari mengalami penurunan cukup signifikan dibanding hari sebelumnya.
Warga juga memanfaatkan kondisi sungai yang surut. Mereka duduk dan beraktivitas di bantaran sungai yang sebelumnya terendam air.
Kemarau Turunkan Debit Sungai Batanghari
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Sholohin, menjelaskan penurunan debit Sungai Batanghari terjadi karena wilayah tersebut sudah memasuki musim kemarau.
Ia menegaskan kondisi ini terjadi setiap tahun ketika curah hujan menurun. Saat ini, BMKG mencatat curah hujan di wilayah Batang Hari berada di bawah 50 milimeter sejak awal Juni.
Sholohin juga menyebut penurunan curah hujan langsung memengaruhi volume air Sungai Batanghari di hampir semua titik aliran.
Muncul Pulau Kecil di Tengah Sungai
Sholohin menjelaskan penurunan air sungai juga memunculkan daratan baru di beberapa titik aliran Sungai Batanghari. Ia menyebut beberapa lokasi kini memperlihatkan pulau-pulau kecil yang sebelumnya berada di bawah air.
Fenomena ini terjadi karena air sungai terus menyusut selama musim kemarau berlangsung. Kondisi ini menjadi tanda jelas perubahan debit sungai di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Batang Hari bersama pihak terkait langsung menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. BPBD Provinsi bersama BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada akhir Mei hingga pertengahan Juni.
Pemerintah daerah kemudian mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi kekeringan dan potensi kebakaran hutan dan lahan. BPBD mengajak masyarakat menjaga sumber air yang ada di lingkungan sekitar.
Sholohin meminta warga memperbanyak area resapan air dan memanfaatkan wadah penampungan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Penurunan debit air Sungai Batanghari juga memengaruhi aktivitas transportasi sungai. Kapal tongkang yang biasanya melintas kini tidak lagi terlihat beroperasi seperti biasanya.
Warga dan pelaku transportasi sungai menyesuaikan kondisi karena kedalaman air menurun di beberapa titik aliran sungai. Dasar sungai bahkan mulai terlihat di sejumlah lokasi.
Wilayah Kecamatan Bajubang, terutama Desa Kilangan, mengalami dampak cukup terasa karena lokasi yang jauh dari aliran utama Sungai Batanghari.(ar)









