KrediOne Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital di Seminar Nasional Universitas Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juni 2026.( poto : tribunjambi.com )

Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juni 2026.( poto : tribunjambi.com )

Jambi, oegopost.id – Penguatan literasi keuangan digital Indonesia menjadi langkah penting agar masyarakat mampu memakai layanan keuangan digital secara bijak, aman, dan produktif.

Seiring pertumbuhan ekonomi digital, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi menggelar Seminar Nasional bertema State, Fintech, and Digital Society: Percepatan Transformasi Ekosistem Digital Indonesia pada 18 Juni 2026.

Seminar menghadirkan Romi Septriandi selaku Asisten Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi. Hadir pula Kuseryansyah sebagai Direktur Utama KrediOne dan Ketua Bidang Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

Selain itu, Rio Yusri Maulana, S.IP., M.I.Pol., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi ikut menjadi narasumber.

Akademisi, mahasiswa, dan sejumlah pemangku kepentingan dari Pemerintah Provinsi Jambi juga mengikuti kegiatan tersebut. Mereka membahas perkembangan ekonomi digital serta tantangan transformasi teknologi di Indonesia.

Kolaborasi Jadi Kunci Transformasi Digital

Para narasumber menekankan pentingnya kerja sama antara regulator, industri, kampus, dan masyarakat. Mereka menilai kolaborasi dapat mempercepat terbentuknya ekosistem digital yang inklusif dan bertanggung jawab.

Forum ini tidak hanya membahas perkembangan industri keuangan digital. Seminar juga mengedukasi peserta agar lebih memahami penggunaan layanan keuangan secara aman.

Pembahasan turut menyoroti risiko pinjaman online ilegal dan praktik judi online. Para peserta mendapat pemahaman mengenai pentingnya mengenali layanan keuangan yang legal.

Baca Juga :  Bank Jambi Perkuat Sistem dan Layanan Usai Peretasan

Dalam pemaparannya, Kuseryansyah menyebut kemajuan teknologi bukan satu-satunya penentu keberhasilan industri fintech. Menurutnya, semua pihak perlu memperkuat kerja sama dan menjaga perlindungan konsumen.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital harus membuka akses ekonomi yang lebih luas. Karena itu, inovasi perlu berjalan bersama perlindungan konsumen dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kuseryansyah menjelaskan bahwa Pinjaman Daring atau Pindar memiliki peran penting dalam memperluas akses keuangan. Layanan ini membantu masyarakat dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terjangkau lembaga keuangan konvensional.

Namun, ia mengingatkan bahwa industri tetap harus memperkuat tata kelola. Perlindungan konsumen dan peningkatan literasi keuangan juga perlu berjalan seiring.

KrediOne menyebut telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp17,6 triliun sejak berdiri pada 2019 hingga Mei 2026.

Menurut perusahaan, angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang cepat dan terjangkau. Pertumbuhan ini juga memperlihatkan kontribusi fintech terhadap kegiatan ekonomi produktif.

Jambi Dinilai Punya Peluang Besar

Kuseryansyah menilai Provinsi Jambi memiliki peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera.

Ia menyebut penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi dapat membuka peluang ekonomi baru.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam proses tersebut. Mereka dapat menjadi agen perubahan sekaligus penggerak literasi keuangan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Merangin Tegur Pejabat Akibat Realisasi PAD Kabupaten Merangin Rendah

Rio Yusri Maulana menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, dan industri menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda menghadapi ekonomi digital.

Menurut Rio, kehadiran regulator dan pelaku industri di kampus dapat melengkapi pembelajaran di ruang kelas.

Ia juga menilai seminar semacam ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami peran fintech secara langsung.

Mahasiswa dapat mempelajari tantangan dan peluang ekonomi digital secara lebih menyeluruh. Mereka juga bisa meningkatkan kesadaran untuk memakai layanan keuangan secara bijak.

Literasi Keuangan Jadi Benteng Perlindungan

Kuseryansyah juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas literasi dan inklusi keuangan nasional.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan perkembangan positif. Namun, masyarakat tetap perlu memahami manfaat dan risiko layanan keuangan.

Ia menegaskan bahwa literasi yang kuat dapat membantu masyarakat mengenali layanan yang legal dan berizin OJK.

Pemahaman tersebut juga membantu masyarakat menghindari pinjaman online ilegal, penipuan digital, investasi ilegal, dan praktik judi online.

Melalui seminar ini, KrediOne menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi dan inklusi keuangan digital melalui kolaborasi dengan regulator, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi
Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Berita Terbaru