Dugaan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal Tabir Barat Kembali Disorot Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan salah satu mobil pemasok BBM ke PETI.( Poto : jambiprima.com)

Dugaan salah satu mobil pemasok BBM ke PETI.( Poto : jambiprima.com)

Jambi, oegopost.id – Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di Tabir Barat kembali memicu perhatian masyarakat. Kali ini, warga menyoroti pasokan BBM tambang ilegal yang diduga masuk dalam jumlah besar untuk mendukung operasional pertambangan di kawasan tersebut.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebut armada mobil tangki rutin memasok BBM ke wilayah aktivitas tambang. Sejumlah warga menduga distribusi itu berkaitan dengan kebutuhan operasional tambang emas tanpa izin.

Dugaan Distribusi BBM Jadi Perbincangan Warga

Nama Salam Sungai Tabir ikut muncul dalam pembicaraan masyarakat. Warga mengaitkan distribusi BBM skala besar dengan aktivitas tambang yang masih berlangsung di beberapa titik wilayah Tabir Barat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kondisi di lapangan berubah dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, sebelum mobil tangki rutin masuk, masyarakat kecil masih dapat menjual solar kepada pelaku tambang.

“Dulu kami juga menjual minyak untuk kebutuhan tambang. Namun sejak mobil tangki sering masuk, usaha kecil seperti kami sulit bersaing karena pasokannya jauh lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Sungai Batang Tembesi Terjang Merangin, Ratusan Warga Terdampak di Pamenang Selatan

Warga menilai pola distribusi tersebut mengubah kondisi usaha kecil di sekitar lokasi. Mereka juga mempertanyakan tujuan distribusi BBM dalam jumlah besar yang terus mengarah ke wilayah tambang.

Isu distribusi BBM menuju kawasan tambang bukan persoalan baru. Sebelumnya, kelompok pemuda dan masyarakat setempat juga melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang diduga membawa BBM ke wilayah Tabir Barat.

Warga mengingat aksi Karang Taruna Kelurahan Mampun yang pernah menghentikan dan memutar balik sejumlah mobil tangki BBM. Kendaraan itu saat itu hendak melintas melalui kawasan Simpang Seling menuju wilayah tambang.

Sebagian masyarakat mendukung langkah tersebut. Mereka berharap pengawasan warga dapat menekan aktivitas tambang tanpa izin yang terus menjadi perhatian publik.

Warga Soroti Dampak terhadap Lingkungan

Selain menyoroti distribusi BBM, masyarakat juga mengkhawatirkan dampak lingkungan. Mereka menilai aktivitas tambang ilegal berpotensi memengaruhi kondisi Sungai Tabir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

Warga berharap pihak terkait meningkatkan pengawasan agar kerusakan lingkungan tidak meluas. Mereka juga meminta penertiban dilakukan secara konsisten.

Salah seorang warga Kelurahan Mampun berinisial R mengaku pernah menerima komunikasi dari Salam terkait rencana masuknya armada mobil tangki ke wilayah Tabir Barat.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Jambi Sumatra: Transformasi Sektor Pertanian Daerah

Menurut R, komunikasi itu terjadi ketika masyarakat sedang melakukan ronda dan pengawasan terhadap kendaraan yang diduga membawa BBM menuju lokasi tambang.

“Waktu itu saya pernah ditelepon. Katanya ada tiga mobil tangki yang akan masuk ke wilayah Tabir Barat. Namun karena saat itu kami sedang ronda dan pengawasan, saya tidak lagi mengikuti perkembangan selanjutnya,” kata R.

Meski begitu, hingga berita ini di tulis belum ada bukti resmi maupun pernyataan dari aparat penegak hukum yang membenarkan keterlibatan pihak tertentu dalam distribusi BBM untuk aktivitas tambang ilegal.

Saat di mintai tanggapan mengenai tudingan sebagai pemasok BBM terbesar ke wilayah Tabir Barat, Salam membantah informasi tersebut.

“Dak mungkin,” jawab Salam singkat.

Aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Tabir Barat masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap aparat memperketat pengawasan distribusi BBM dan aktivitas pertambangan tanpa izin untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria Bawa Sajam di Kerinci Diduga Peras Warga, Polisi Bertindak Cepat
Polres Tebo Tetapkan Pengasuh Ponpes Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak
Pimpinan Ponpes Tebo Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Asusila 7 Santri
Patroli Tim Serigala Kota Gagalkan Dugaan Tawuran, 12 Pemuda Diamankan di Telanaipura
Polisi Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian Lintas Provinsi, 23 Unit Digagalkan ke Jambi
Polres Bungo Tangkap Pelaku Curanmor, Tiga Motor Diduga Hasil Kejahatan Diamankan
Polresta Jambi Gagalkan Penyelundupan 47.872 Benih Lobster dari Lampung ke Riau
Pencurian Ponsel di Toko Kelontong Jambi Timur Terekam CCTV, Korban Rugi Rp3 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dugaan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal Tabir Barat Kembali Disorot Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:00 WIB

Pria Bawa Sajam di Kerinci Diduga Peras Warga, Polisi Bertindak Cepat

Senin, 8 Juni 2026 - 20:00 WIB

Polres Tebo Tetapkan Pengasuh Ponpes Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak

Senin, 8 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tebo Ditangkap Polisi Terkait Dugaan Asusila 7 Santri

Senin, 8 Juni 2026 - 09:00 WIB

Patroli Tim Serigala Kota Gagalkan Dugaan Tawuran, 12 Pemuda Diamankan di Telanaipura

Berita Terbaru