Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi Kerinci Raih Penghargaan Tingkat Provinsi Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi Lempur, Kabupaten Kerinci, meraih penghargaan sebagai Pengelola Hutan Adat Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Jambi.( poto : tribunjambi.com )

Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi Lempur, Kabupaten Kerinci, meraih penghargaan sebagai Pengelola Hutan Adat Terbaik Kedua Tingkat Provinsi Jambi.( poto : tribunjambi.com )

Kerinci, oegopost.id – Di wilayah Hutan Adat Kerinci, tepatnya di kaki Pegunungan Kerinci yang hijau di Desa Lempur, Kabupaten Kerinci, masyarakat terus menjaga Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi sebagai sumber kehidupan utama. Warga mengandalkan kawasan ini untuk menjaga aliran air yang menghidupi sawah dan kebutuhan sehari-hari.

Masyarakat setempat memandang hutan bukan sekadar area pepohonan. Mereka mengelola kawasan ini sebagai ruang hidup yang menopang keberlangsungan ekonomi, budaya, dan ekologi secara turun-temurun.

Penghargaan Tingkat Provinsi Jambi

Komitmen panjang masyarakat adat akhirnya mendapat pengakuan di tingkat Provinsi Jambi. Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi berhasil meraih penghargaan sebagai Pengelola Hutan Adat Terbaik Kedua dalam Festival Hutan Adat Jambi untuk Nusantara Lestari.

Festival tersebut digelar oleh KKI Warsi bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dengan dukungan sejumlah mitra. Pemerintah menyerahkan penghargaan itu pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 di Kerinci.

Wakil Bupati Kerinci, H Murison, menyerahkan langsung penghargaan kepada Ketua Lembaga Pengelola Hutan Adat (LPHA) Takaruddin. Masyarakat menyambut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan panjang mereka.

Wakil Ketua Pengelola Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi, Daswarsya, menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif masyarakat adat. Ia menyebut warga menjaga hutan karena mereka menggantungkan hidup pada kawasan tersebut.

Baca Juga :  Meneguhkan Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah

“Penghargaan ini menjadi milik seluruh masyarakat yang selama puluhan tahun menjaga hutan,” ujar Daswarsya.

Masyarakat Lempur telah menjaga hutan ini jauh sebelum istilah hutan adat dikenal luas. Pada 10 Mei 1994, Pemerintah Kabupaten Kerinci menetapkan kawasan ini melalui SK Bupati Nomor 96 Tahun 1994 dengan luas 858,3 hektare.

Penetapan tersebut muncul setelah warga menghadapi ancaman alih fungsi lahan. Saat itu, rencana perluasan perkebunan sempat mengancam keberadaan hutan.

Namun masyarakat memilih bertahan dan menolak perubahan fungsi kawasan. Mereka mempertahankan hutan karena bergantung pada sumber air yang mengalir ke sawah dan permukiman.

Keputusan itu terbukti menjaga keseimbangan ekologi kawasan hingga saat ini. Hutan Adat Lekuk Limapuluh Tumbi tetap berfungsi sebagai daerah tangkapan air dan penyangga bagi Taman Nasional Kerinci Seblat.

“Sejak awal masyarakat sepakat mempertahankan hutan ini sebagai sumber kehidupan,” kata Daswarsya.

Penguatan Status dan Tata Kelola

Pada 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperkuat status kawasan ini melalui SK Penetapan Hutan Adat Hulu Air Lempur Lekuk Limapuluh Tumbi seluas 745 hektare.

Baca Juga :  Perambahan Hutan PT WKS Batang Hari Diduga Libatkan Alat Berat Subkontraktor

Sejak mendapatkan pengakuan resmi tersebut, masyarakat meningkatkan tata kelola hutan secara mandiri. Mereka menyusun rencana pengelolaan, menetapkan batas wilayah, dan melakukan patroli rutin.

Warga juga memperkuat aturan adat yang mengatur pemanfaatan hutan. Selain itu, mereka mengembangkan usaha ekonomi berbasis masyarakat tanpa merusak kawasan hutan.

Koordinator Program KKI Warsi, Ade Candra, menilai keberhasilan masyarakat Lempur menjadi bukti nyata kekuatan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Ia menegaskan masyarakat mampu menjaga hutan ketika mendapat ruang dan pengakuan.

Menurutnya, model pengelolaan berbasis adat di Lekuk Limapuluh Tumbi berjalan seiring dengan upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Hal itu menjadikan kawasan tetap lestari hingga saat ini.

Hingga kini, masyarakat Lempur tetap menjaga hutan di tengah berbagai tantangan lingkungan. Mereka menjaga sumber air, mempertahankan lahan sawah, dan melestarikan nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Dari kaki Pegunungan Kerinci, warga menunjukkan bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Mereka merawat warisan leluhur agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi
Antisipasi Dampak Karhutla, Polda Jambi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kasang Pudak
DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah
Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter
Pertamina Sumbagsel Blokir Ribuan Nopol Kendaraan Penyeleweng BBM Subsidi
Pelantikan DPD APPSI Bungo Alan Capir Rudin Resmi Diumumkan
Danrem 042/Gapu Salurkan 25.000 Masker Presiden untuk Warga Jambi
Korem 042 Garuda Putih Buka Penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I 2027
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:36 WIB

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi

Minggu, 20 September 2026 - 13:06 WIB

DPRD Dorong Pemkot Evaluasi Total Kebijakan Pengelolaan Sampah

Minggu, 20 September 2026 - 12:58 WIB

Bantuan Air Bersih Pemkot Jambi Capai 1,3 Juta Liter

Minggu, 20 September 2026 - 12:54 WIB

Pertamina Sumbagsel Blokir Ribuan Nopol Kendaraan Penyeleweng BBM Subsidi

Minggu, 20 September 2026 - 12:34 WIB

Pelantikan DPD APPSI Bungo Alan Capir Rudin Resmi Diumumkan

Berita Terbaru

Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia menggelar FASI XVIII Kabupaten Tebo pada Sabtu (19/9/2026).(poto: jambiprima.com).

Islami

Gelaran FASI XVIII Tebo Wadah Pembentukan Generasi Islami

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:48 WIB

Satreskrim Polres Bungo berhasil mengamankan seorang pria berinisial JY yang menjadi tersangka utama dalam kasus pencurian dengan kekerasan di kawasan Perumahan Bungo Persada Indah.(poto: jambiprima.com).

Kriminal

Polisi Ringkus Pelaku Perampokan di Bungo Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:44 WIB

Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi Edi Purwanto.(poto: jambiprima.com).

Daerah

DPR Minta Pemerintah Tangani Kebakaran Rumah Massal di Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:36 WIB

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Paulus Agung Pambudhi meninjau langsung pelayanan JKN RSUD Jambi, tepatnya di RSUD H Abdul Manap.(poto: istimewa).

Kesehatan

Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan JKN RSUD Jambi

Minggu, 20 Sep 2026 - 16:30 WIB