Jakarta, oegopost.id – Efisiensi investasi IKN Nusantara menjadi sorotan utama dalam kritik yang oleh mantan Menteri BUMN sekaligus pendiri Jawa Pos, Dahlan Iskan.
Ia menilai pembangunan Ibu Kota Nusantara belum menunjukkan hasil ekonomi yang sepadan dengan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah.
Kritik terhadap Efisiensi Investasi
Dahlan menjelaskan bahwa pemerintah mengalokasikan sekitar Rp147 triliun untuk pembangunan IKN.
Ia menilai hingga saat ini proyek tersebut belum memberikan dampak ekonomi yang jelas bagi masyarakat maupun perekonomian nasional.
Ia menekankan bahwa setiap investasi besar harus menghasilkan output ekonomi yang terukur.
Karena itu, ia mendorong pemerintah memperhatikan indikator ICOR (Incremental Capital Output Ratio) dalam setiap proyek pembangunan agar penggunaan anggaran menjadi lebih efisien.
Sorotan pada Bandara VVIP IKN
Dahlan juga menyoroti pembangunan Bandara Nusantara yang menggunakan dana APBN sekitar Rp4,3 triliun.
Ia mempertanyakan urgensi proyek tersebut karena akses menuju kawasan IKN sudah tersedia melalui bandara lain di sekitar wilayah itu.
Ia menilai pemerintah perlu menyusun prioritas pembangunan secara lebih ketat agar setiap infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan nyata, bukan sekadar menambah proyek baru.
Biaya Operasional dan Risiko Pemanfaatan Rendah
Dahlan menyoroti biaya pemeliharaan Bandara Nusantara yang mencapai sekitar Rp9 miliar per tahun.
Ia menilai biaya tersebut menjadi tidak efisien jika bandara tidak memiliki tingkat aktivitas penerbangan yang tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa beberapa proyek infrastruktur di Indonesia sering mengalami kondisi serupa, yakni fasilitas yang sudah selesai di bangun tetapi belum di manfaatkan secara optimal.
Situasi ini menurutnya dapat menambah beban keuangan negara dalam jangka panjang.
Usulan Pemanfaatan Alternatif
Dahlan mengusulkan agar pemerintah mengoptimalkan penggunaan Bandara Nusantara agar tidak menjadi aset yang kurang produktif.
Ia mendorong pemanfaatan alternatif seperti menjadikannya pangkalan militer sehingga fasilitas tersebut tetap memiliki fungsi strategis.
Penutup
Dahlan Iskan kembali menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek Ibu Kota Nusantara.
Ia menilai setiap proyek infrastruktur harus memberikan manfaat ekonomi yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar tidak menjadi beban fiskal di masa depan.(ar)









