Petani Bungo Raup Ratusan Ribu Rupiah dari Budidaya Lengkuas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani di Kabupaten Bungo berhasil meraup penghasilan ratusan ribu rupiah per hari dari budidaya lengkuas dengan memanfaatkan lahan kosong di sela kebun.( Poto : JAMBIPRIMA.COM ).

Petani di Kabupaten Bungo berhasil meraup penghasilan ratusan ribu rupiah per hari dari budidaya lengkuas dengan memanfaatkan lahan kosong di sela kebun.( Poto : JAMBIPRIMA.COM ).

Bungo, oegopost.id – Fahmi, petani asal Dusun Pematang Panjang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, memilih jalan berbeda saat banyak petani fokus menanam kelapa sawit.

Ia justru memanfaatkan lahan kosong di sela kebun untuk menanam lengkuas. Keputusan itu kini memberinya penghasilan hingga ratusan ribu rupiah setiap hari.

Fahmi memulai usaha tersebut dari ide sederhana. Ia melihat banyak ruang kosong di sekitar kebun yang hanya dipenuhi rumput liar.

Daripada membiarkan lahan itu tidak terpakai, ia mencoba menanam lengkuas untuk kebutuhan dapur keluarganya.

“Awalnya saya hanya ingin memanfaatkan lahan kosong supaya tidak dipenuhi rumput liar. Saya coba tanam lengkuas untuk kebutuhan dapur,” ujar Fahmi, Jumat (15/5/2026).

Saat pertama kali menanam lengkuas, Fahmi belum memikirkan keuntungan besar. Namun ia tetap merawat tanaman itu dengan tekun.

Ia membersihkan gulma secara rutin dan menjaga kondisi tanah agar tetap subur.

Baca Juga :  7 Usaha Kecil Minim Pesaing yang Bisa Anda Mulai Sekarang

Permintaan Lengkuas Terus Meningkat

Setelah hampir satu tahun, Fahmi mulai memanen lengkuas pertamanya. Hasil panen itu langsung menarik perhatian pedagang bumbu dan pemilik rumah makan.

Mereka rutin membeli lengkuas karena kualitasnya dinilai bagus dan stoknya stabil.

Permintaan pasar terus meningkat dari waktu ke waktu. Tidak hanya pembeli dari Kabupaten Bungo, sejumlah pedagang dari daerah lain juga mulai mencari hasil panen Fahmi.

Kondisi itu membuat usaha lengkuas miliknya berkembang cukup cepat.

Fahmi kemudian menambah jumlah tanaman di beberapa bagian kebun. Ia memilih lengkuas karena tanaman itu mudah tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Selain itu, lengkuas tetap bisa tumbuh baik meski berada di sela tanaman utama.

Biaya perawatan yang rendah membuat Fahmi mampu memperoleh keuntungan lebih besar. Dari hasil penjualan lengkuas, ia kini bisa meraih penghasilan hingga Rp700 ribu per hari.

Baca Juga :  IHSG Melemah ke Level 6.858, Tekanan Rupiah dan Sentimen MSCI Bebani Pasar

“Alhamdulillah permintaan semakin banyak. Saat ini hasil panen kami masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar,” katanya.

Budidaya Lengkuas Jadi Peluang Baru bagi Petani

Keberhasilan Fahmi membuktikan bahwa petani desa juga bisa mendapatkan penghasilan besar dari tanaman rempah.

Ia tidak membutuhkan lahan luas ataupun modal besar untuk memulai usaha tersebut.

Kisah Fahmi juga memberi inspirasi bagi petani lain agar lebih kreatif memanfaatkan lahan kosong.

Tanaman sederhana seperti lengkuas ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi jika petani mengelolanya dengan serius.

Di tengah dominasi perkebunan besar, Fahmi menunjukkan bahwa peluang usaha bisa muncul dari tanaman yang sering dianggap biasa.

Dari sela kebun yang dulu kosong, ia kini mampu membangun sumber pendapatan yang membantu ekonomi keluarganya setiap hari.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global
Lonjakan Harga Cabai Rawit Menekan Pedagang Nasi Pecel di Madiun
Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi
Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh
Rupiah Tembus Rp 17.668, Pasar Keuangan Tertekan dan BI Bersiap Ambil Langkah
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Rupiah Melemah Rp 17.601 , Pemerintah dan Akademisi Berbeda Sikap
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Mengalami Penurunan di Pegadaian
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Lonjakan Harga Cabai Rawit Menekan Pedagang Nasi Pecel di Madiun

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:00 WIB

Harga Kedelai Impor Naik, Pengrajin Tempe Malang Ubah Strategi Produksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:41 WIB

Cabai dan Daging Naik di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.668, Pasar Keuangan Tertekan dan BI Bersiap Ambil Langkah

Berita Terbaru

Promo ruko JBC Mei 2026 ( Poto : istimewa ).

Bisnis

Promo Ruko JBC Jambi, Diskon Besar Mulai Diburu

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (20/5/2026).( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Kapolda Jambi Buka Uji Kompetensi Penyidik Polri 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:00 WIB

Kementerian Hukum Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tebo pada Kamis, 21 Mei 2026.( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Harmonisasi Perda Disabilitas Tebo Jadi Sorotan

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi pada Kamis, 21 Mei 2026.( Poto : JAMBIlink ).

Daerah

Cek Kesehatan Pegawai, Kanwil Kemenkum Jambi Fokus SDM

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB

Gubernur Jambi, Al Haris, hadir langsung dalam pelepasan jamaah.( Poto : JambiPrima.com )

Daerah

Kloter Terakhir Haji Jambi 2026 Tinggalkan Tanah Air

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:00 WIB