PPIH Minta Jemaah Haji Tidak Mengunggah Kartu Nusuk ke Media Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPIH mengingatkan jemaah haji agar tidak mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial karena memuat data pribadi dan akses layanan penting di Tanah Suci.( Poto : dok.CNN Indonesia )

PPIH mengingatkan jemaah haji agar tidak mengunggah Kartu Nusuk ke media sosial karena memuat data pribadi dan akses layanan penting di Tanah Suci.( Poto : dok.CNN Indonesia )

Jakarta, oegopost.id – PPIH larang unggah Kartu Nusuk ke seluruh jemaah haji Indonesia ke media sosial selama berada di Tanah Suci.

Imbauan itu disampaikan karena kartu tersebut memuat data pribadi dan akses layanan penting milik jemaah.

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menegaskan Kartu Nusuk berisi identitas lengkap jemaah, barcode, layanan transportasi, pemondokan, hingga konsumsi selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Ia menyampaikan peringatan tersebut saat melepas keberangkatan jemaah calon haji Kloter 12 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Rabu (6/5/2026).

Menurut Zulkifli, kebiasaan mengunggah foto perjalanan ibadah ke media sosial memang semakin meningkat.

Namun, ia meminta jemaah lebih berhati-hati agar data pribadi dalam Kartu Nusuk jangan sampai salah guna oleh orang lain.

Baca Juga :  Empat Tim Pastikan Tiket Perempat Final Thomas Cup 2026

“Jangan memfoto Kartu Nusuk lalu menyebarkannya di media sosial karena di dalamnya ada data penting jemaah,” ujarnya.

Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram dan Arafah

Zulkifli menjelaskan Kartu Nusuk menjadi dokumen wajib yang harus jemaah bawa selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Petugas di Arab Saudi menggunakan kartu tersebut sebagai akses resmi untuk berbagai layanan ibadah.

Ia menegaskan jemaah yang tidak membawa Kartu Nusuk berpotensi tidak mendapat izin masuk ke kawasan Masjidil Haram untuk menjalankan tawaf maupun sai.

Selain itu, kartu tersebut juga menjadi syarat utama untuk memasuki kawasan Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.

Baca Juga :  Cara Lapor SPOP PBB-P5L di Coretax, Wajib Pajak Kini Gunakan Sistem Digital DJP

Zulkifli mengingatkan jemaah agar menjaga baik-baik kartu tersebut karena kehilangan atau penyalahgunaan Kartu Nusuk dapat menghambat pelaksanaan ibadah haji.

PPIH Ajak Jemaah Jaga Kesehatan dan Kebersamaan

Selain mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk, PPIH juga meminta jemaah menjaga kesehatan fisik dan mental selama berada di Arab Saudi.

Zulkifli mengajak seluruh jemaah untuk saling membantu dan menjaga kekompakan antarsesama jemaah Indonesia tanpa membedakan asal daerah.

Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahasia Merebus Telur : Hasil Lembut, Mudah Dikupas, dan Anti Gagal
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Indonesia pada 8 Mei 2026
Hari Palang Merah Internasional 8 Mei 2026: Sejarah Gerakan Kemanusiaan Dunia
Jemaah Haji Indonesia Diminta Aktif Gunakan Aplikasi Kawal Haji
Kemenhaj Larang Ziarah Jemaah Sebelum Puncak Haji
Kemenag Percepat Integrasi SIMPEG dan Sistem Gaji Berbasis Web
5 Peralatan Rumah Tangga Boros listrik Meski Dimatikan
OJK Ungkap Empat Tantangan Besar untuk Perkuat Industri Kripto di Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:34 WIB

PPIH Minta Jemaah Haji Tidak Mengunggah Kartu Nusuk ke Media Sosial

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB

Rahasia Merebus Telur : Hasil Lembut, Mudah Dikupas, dan Anti Gagal

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:06 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 5 Wilayah Indonesia pada 8 Mei 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:52 WIB

Hari Palang Merah Internasional 8 Mei 2026: Sejarah Gerakan Kemanusiaan Dunia

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jemaah Haji Indonesia Diminta Aktif Gunakan Aplikasi Kawal Haji

Berita Terbaru

Kemenag membentuk AHWA untuk menyiapkan seleksi anggota Majelis Masyayikh masa khidmat 2026–2031 guna memperkuat mutu pendidikan pesantren.( Poto : Kemenag ).

Pemerintahan

Kemenag Bentuk AHWA untuk Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:30 WIB

ilustrasi Pemerintah memastikan PPPK tetap aman meski aturan belanja pegawai maksimal 30 persen APBD mulai diberlakukan di daerah.( Poto : Marketeers ).

Pemerintahan

Pemerintah Pastikan PPPK Tetap Aman Meski Belanja Pegawai Dibatasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB