Jakarta, oegopost.id – PPIH larang unggah Kartu Nusuk ke seluruh jemaah haji Indonesia ke media sosial selama berada di Tanah Suci.
Imbauan itu disampaikan karena kartu tersebut memuat data pribadi dan akses layanan penting milik jemaah.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menegaskan Kartu Nusuk berisi identitas lengkap jemaah, barcode, layanan transportasi, pemondokan, hingga konsumsi selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Ia menyampaikan peringatan tersebut saat melepas keberangkatan jemaah calon haji Kloter 12 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Rabu (6/5/2026).
Menurut Zulkifli, kebiasaan mengunggah foto perjalanan ibadah ke media sosial memang semakin meningkat.
Namun, ia meminta jemaah lebih berhati-hati agar data pribadi dalam Kartu Nusuk jangan sampai salah guna oleh orang lain.
“Jangan memfoto Kartu Nusuk lalu menyebarkannya di media sosial karena di dalamnya ada data penting jemaah,” ujarnya.
Jadi Syarat Masuk Masjidil Haram dan Arafah
Zulkifli menjelaskan Kartu Nusuk menjadi dokumen wajib yang harus jemaah bawa selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Petugas di Arab Saudi menggunakan kartu tersebut sebagai akses resmi untuk berbagai layanan ibadah.
Ia menegaskan jemaah yang tidak membawa Kartu Nusuk berpotensi tidak mendapat izin masuk ke kawasan Masjidil Haram untuk menjalankan tawaf maupun sai.
Selain itu, kartu tersebut juga menjadi syarat utama untuk memasuki kawasan Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.
Zulkifli mengingatkan jemaah agar menjaga baik-baik kartu tersebut karena kehilangan atau penyalahgunaan Kartu Nusuk dapat menghambat pelaksanaan ibadah haji.
PPIH Ajak Jemaah Jaga Kesehatan dan Kebersamaan
Selain mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk, PPIH juga meminta jemaah menjaga kesehatan fisik dan mental selama berada di Arab Saudi.
Zulkifli mengajak seluruh jemaah untuk saling membantu dan menjaga kekompakan antarsesama jemaah Indonesia tanpa membedakan asal daerah.
Menurutnya, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.(ar)









