Jakarta, oegopost.id – Dunia memperingati Hari Palang Merah Internasional setiap 8 Mei sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya gerakan kemanusiaan internasional.
Pada 2026, peringatan ini jatuh pada Jumat, 8 Mei.
Momentum ini menjadi pengingat peran penting Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dalam memberikan bantuan kemanusiaan di tengah perang, bencana, dan krisis global.
Awal Munculnya Gagasan Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah berawal dari kepedulian Henry Dunant, seorang warga Swiss yang menyaksikan langsung korban perang di Solferino, Italia.
Ia melihat banyak korban terluka tidak mendapatkan pertolongan yang layak, lalu ia menggerakkan warga sekitar untuk membantu tanpa membedakan pihak yang bertikai.
Pengalaman tersebut kemudian ia tulis dalam buku A Souvenir of Solferino yang terbit pada 1862 dan menjadi inspirasi lahirnya gerakan kemanusiaan dunia.
Pembentukan Organisasi Palang Merah Internasional
Gagasan Henry Dunant mendorong terbentuknya Komite Internasional Palang Merah di Jenewa, Swiss.
Organisasi ini kemudian berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang menjangkau berbagai negara.
Setelah Perang Dunia I berakhir, negara-negara membentuk Liga Perhimpunan Palang Merah pada 1919 yang kemudian berkembang menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).
Perkembangan Gerakan di Tingkat Dunia
Gerakan Palang Merah berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan di berbagai konflik dan bencana.
Organisasi ini juga memperkuat kerja sama antarnegara dalam memberikan perlindungan kepada korban perang dan masyarakat sipil.
IFRC terus menjalankan misi kemanusiaan dengan menjangkau wilayah yang terdampak krisis di seluruh dunia.
Tujuan Pembentukan Gerakan Palang Merah
Gerakan ini dibentuk untuk melindungi korban perang, termasuk tentara yang terluka, tawanan perang, dan warga sipil.
Palang Merah juga memastikan tenaga medis tetap netral dan tidak menjadi target serangan di medan konflik.
Selain itu, gerakan ini mendorong lahirnya Hukum Humaniter Internasional yang mengatur perlindungan kemanusiaan dalam situasi perang.
Simbol dan Identitas Kemanusiaan
Simbol Palang Merah digunakan sebagai tanda netralitas yang terinspirasi dari bendera Swiss.
Sementara itu, sejumlah negara juga menggunakan simbol Bulan Sabit Merah sesuai latar budaya masing-masing.
Kedua simbol tersebut menjadi identitas global dalam misi kemanusiaan di seluruh dunia.
Kesimpulan
Hari Palang Merah Internasional menjadi pengingat penting tentang solidaritas dan kemanusiaan global.
Gerakan yang berawal dari pengalaman Henry Dunant kini berkembang menjadi jaringan internasional yang terus membantu masyarakat di berbagai situasi darurat di seluruh dunia.(ar)









