Jakarta, oegopost.id – Banyak umat Islam menyimpan kerinduan mendalam untuk bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci, berikut rekomendasi doa agar segera ke Tanah Suci.
Perasaan itu sering muncul saat melihat Ka’bah, mendengar lantunan talbiyah, atau menyaksikan jutaan jamaah memadati Makkah dan Madinah.
Keinginan menunaikan ibadah haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan biaya maupun fisik.
Banyak orang sudah lama menabung dan menjaga kesehatan, tetapi belum juga mendapat kesempatan berangkat.
Di sisi lain, ada pula yang akhirnya dipanggil Allah SWT ke Baitullah melalui jalan yang tidak disangka-sangka.
Umat Islam meyakini perjalanan haji dan umrah merupakan undangan istimewa dari Allah SWT.
Karena itu, selain melakukan ikhtiar lahir, banyak Muslim memperkuat usaha batin melalui doa-doa yang dipanjatkan setiap hari.
Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk Memohon Petunjuk Manasik
Salah satu doa yang sering diamalkan berasal dari Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam Surah Al-Baqarah ayat 128.
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT menunjukkan tata cara manasik dan menerima tobat hamba-Nya.
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya:
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang-orang yang berserah diri kepada-Mu, dan jadikan pula keturunan kami umat yang tunduk kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami tata cara manasik kami dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Doa tersebut mengajarkan bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa agar Allah Memudahkan Perjalanan ke Makkah dan Madinah
Selain doa Nabi Ibrahim, banyak umat Islam juga membaca doa khusus agar Allah SWT memudahkan perjalanan menuju Makkah dan Madinah.
يَا رَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَكَّةَ مَدِينَةَ وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
Artinya:
“Wahai Rabb, dengan wasilah Nabi Muhammad SAW, sampaikanlah kami ke Makkah dan Madinah, serta ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu, wahai Zat Yang Maha Luas Kemuliaan-Nya.”
Doa ini tidak hanya memuat harapan agar sampai ke Tanah Suci, tetapi juga permohonan ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Umat Islam juga sering memanjatkan doa agar memperoleh haji mabrur.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَالْعَرَفَةَ وَارْزُقْنَا الْحَجَّ الْمَبْرُورَ وَارْضَ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Artinya:
“Ya Allah, sampaikanlah kami ke Kota Makkah, Madinah, dan Padang Arafah. Karuniakanlah kepada kami haji yang mabrur, ridailah kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan limpahkan rahmat kepada kami.”
Sholawat Hajjiyah Jadi Amalan Penuh Harapan
Sebagian umat Islam juga mengamalkan Sholawat Hajjiyah sebagai bentuk doa dan harapan agar Allah SWT membuka jalan menuju Baitullah.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ عَلَيْهِ أَفْضْلُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ فِي لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ وَبُلُوْغِ الْمَرَامِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dengan sholawat yang dapat menyampaikan kami berhaji ke rumah-Mu dan berziarah ke makam Nabi-Mu dengan penuh keselamatan, kesehatan, dan tercapainya harapan.”
Doa Menjadi Ikhtiar yang Menguatkan Harapan
Kerinduan menuju Tanah Suci memang tidak selalu bisa diwujudkan dengan cepat. Namun umat Islam percaya Allah SWT akan membuka jalan terbaik pada waktu yang tepat.
Karena itu, banyak orang terus menjaga doa, memperbaiki ibadah, menyiapkan bekal, dan memantaskan diri agar mendapat panggilan ke Baitullah.
Harapan itu tetap hidup dalam setiap sujud. Siapa tahu, doa yang terus dipanjatkan hari ini menjadi jalan hingga suatu saat dapat mengucapkan talbiyah langsung di depan Ka’bah.(ar)









