Serangan Siber Mengancam Industri Pindar, OJK Perketat Pengawasan Keamanan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan Siber Mengancam Industri Pindar, OJK Perketat Pengawasan Keamanan.( Poto : ANTARA News Jambi ).

Serangan Siber Mengancam Industri Pindar, OJK Perketat Pengawasan Keamanan.( Poto : ANTARA News Jambi ).

Jakarta, oegopost.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas PVML, Agusman, menegaskan bahwa pihaknya memperketat pengawasan terhadap serangan siber industri pindar.

Selain itu, OJK mendorong penyelenggara untuk meningkatkan keamanan digital guna menghadapi ancaman serangan siber yang terus berkembang.

Kejahatan Siber Semakin Kompleks di Sektor Keuangan

Di sisi lain, industri jasa keuangan, khususnya Pindar, menghadapi berbagai modus kejahatan siber yang semakin beragam.

Akibatnya, kondisi ini berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mengganggu stabilitas sistem pembiayaan digital.

Pernyataan OJK Disampaikan pada Mei 2026

Lebih lanjut, Agusman menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat, 8 Mei 2026.

Ia menegaskan hal itu dalam keterangan resmi terkait perkembangan industri Pindar dan langkah penguatan pengawasan sektor keuangan digital.

Risiko Siber Menyebar di Seluruh Ekosistem Pindar

Selain itu, risiko serangan siber tidak hanya terjadi pada satu platform, tetapi juga menyebar ke seluruh ekosistem Pindar di Indonesia.

Baca Juga :  KKP Tangkap 3 Kapal Malaysia yang Curi Ikan di Selat Malaka

Oleh karena itu, setiap penyelenggara perlu memperkuat sistem keamanan secara menyeluruh.

Faktor Risiko Meningkat di Kalangan Usia Produktif

Sementara itu, peningkatan penggunaan layanan Pindar oleh kelompok usia 19–34 tahun ikut mendorong naiknya eksposur risiko.

Di samping itu, dominasi pembiayaan konsumtif membuat kemampuan bayar masyarakat lebih rentan terhadap tekanan keuangan.

OJK Dorong Penguatan Sistem dan Manajemen Risiko

Untuk mengantisipasi hal tersebut, OJK meminta penyelenggara Pindar memperkuat tata kelola keamanan siber, manajemen risiko, serta keandalan sistem elektronik.

Selain itu, OJK juga menyusun pedoman keamanan dan ketahanan siber sebagai acuan evaluasi berkelanjutan.

Lebih jauh lagi, OJK mendorong perusahaan meningkatkan kualitas credit scoring, memperbaiki proses penagihan, serta memperkuat analisis kemampuan bayar agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Baca Juga :  Bank Jambi Perkuat Sistem dan Layanan Usai Peretasan

Pertumbuhan Pembiayaan Tetap Tumbuh Positif

Di sisi pertumbuhan, OJK mencatat outstanding pembiayaan produktif Pindar tumbuh 23,40 persen secara tahunan hingga mencapai Rp34,66 triliun pada Maret 2026.

Namun demikian, porsi pembiayaan produktif masih perlu ditingkatkan agar struktur industri menjadi lebih sehat.

Risiko Kredit Bermasalah Masih Perlu Pengendalian

Selanjutnya, OJK mencatat 16 penyelenggara Pindar memiliki TWP90 di atas 5 persen.

Oleh karena itu, OJK meminta pelaku industri menerapkan prinsip kehati-hatian dan memperkuat manajemen risiko tanpa menghentikan penyaluran pembiayaan.

OJK Dorong Stabilitas dan Perlindungan Konsumen

Pada akhirnya, OJK memproyeksikan risiko kredit macet tetap dapat dikendalikan apabila industri memperkuat tata kelola dan sistem pengawasan.

Selain itu, OJK menegaskan bahwa penguatan pembiayaan produktif harus berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan stabilitas industri keuangan digital.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyidik Bongkar Dugaan Skema Lebih Besar di Balik Serangan Siber Bank 9 Jambi
Kades Hoho Alkaf Banjarnegara Diserang Lagi! Mobil Rp 400 Juta Hangus Dibakar
Polda Jambi Bongkar Praktik Ilegal Penyuntikan Gas LPG Subsidi
Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Kalimantan Barat
Bea Cukai Gagalkan Pengiriman 6,5 Juta Rokok Ilegal di Banyuwangi
KKP Tangkap 3 Kapal Malaysia yang Curi Ikan di Selat Malaka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Serangan Siber Mengancam Industri Pindar, OJK Perketat Pengawasan Keamanan

Selasa, 28 April 2026 - 06:00 WIB

Penyidik Bongkar Dugaan Skema Lebih Besar di Balik Serangan Siber Bank 9 Jambi

Sabtu, 25 April 2026 - 13:38 WIB

Kades Hoho Alkaf Banjarnegara Diserang Lagi! Mobil Rp 400 Juta Hangus Dibakar

Kamis, 23 April 2026 - 10:00 WIB

Polda Jambi Bongkar Praktik Ilegal Penyuntikan Gas LPG Subsidi

Minggu, 19 April 2026 - 05:00 WIB

Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Kalimantan Barat

Berita Terbaru