Jakarta – oegopost.id – Umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, Islam menganjurkan setiap orang untuk memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat. Pemilihan hewan kurban yang tepat tidak hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan perintah Allah.
Ciri-Ciri Hewan Kurban yang Sehat
Dokter hewan, drh. Getri Grecilia, menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengenali hewan kurban yang sehat dari kondisi fisiknya. Hewan yang layak kurban biasanya bergerak aktif, memiliki nafsu makan yang baik, serta menunjukkan tubuh yang tidak kurus. Selain itu, bulu terlihat bersih dan tidak kusam, mata tampak cerah, serta hidung dalam kondisi lembap.
Hewan yang lincah dan makan dengan baik umumnya berada dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Perhatikan Umur Hewan Kurban
Umat Muslim harus memastikan hewan kurban telah memenuhi batas usia minimal sesuai syariat. Kambing atau domba harus berusia minimal satu tahun. Sementara itu, sapi atau kerbau harus berusia minimal dua tahun.
Masyarakat dapat mengecek usia hewan melalui kondisi giginya. Jika dua gigi susu bagian depan telah tanggal, maka kambing atau domba biasanya berusia sekitar 12–18 bulan. Sedangkan sapi atau kerbau umumnya telah mencapai usia sekitar 22 bulan. Islam melarang penggunaan hewan cacat untuk kurban. Oleh karena itu, umat Muslim wajib memastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak pincang, tidak buta, dan tidak terlalu kurus.
Dalil Tentang Kriteria Hewan Kurban
Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan kriteria hewan yang tidak sah dijadikan kurban dalam hadis berikut:
Hadis Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:
أَرْبَعٌ لَا تُجْزِئُ فِي الْأَضَاحِيِّ: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلَعُهَا، وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِي
Artinya:
“Ada empat jenis hewan yang tidak sah untuk dijadikan kurban: yang jelas buta, yang jelas sakit, yang jelas pincang, dan yang sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum.”
Selain itu, Allah SWT juga menegaskan pentingnya memilih hewan terbaik dalam Al-Qur’an:
QS. Al-Hajj ayat 36:
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ
Artinya:
“Dan telah Kami jadikan unta-unta itu sebagai bagian dari syiar Allah, kamu memperoleh banyak kebaikan padanya…”
Ayat ini menunjukkan bahwa hewan kurban merupakan bagian dari syiar Islam, sehingga umat Muslim harus memilih yang terbaik.
Persiapan Sebelum Membeli Hewan Kurban
Umat Muslim sebaiknya melakukan persiapan sebelum membeli hewan kurban. Mereka perlu memeriksa kondisi kesehatan, memastikan usia, serta mengamati fisik hewan secara langsung.
Langkah ini membantu memastikan hewan yang akan dikurbankan benar-benar layak sesuai syariat. Islam mendorong umatnya untuk memberikan yang terbaik dalam setiap ibadah. Oleh sebab itu, memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah. Dengan memperhatikan semua syarat tersebut, umat Muslim dapat menjalankan ibadah kurban dengan lebih baik dan sesuai tuntunan agama.***









