IHSG Koreksi Tajam ke 7.129, Pasar Uji Level Kritis di Awal Pekan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG koreksi tajam 3,38 persen ke level 7.129 pada akhir pekan. Simak analisis teknikal, level support, serta rekomendasi saham ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA.( Poto : kabarbursa)

IHSG koreksi tajam 3,38 persen ke level 7.129 pada akhir pekan. Simak analisis teknikal, level support, serta rekomendasi saham ADMR, BULL, DAAZ, dan HRTA.( Poto : kabarbursa)

Jakarta, oegopost.id – IHSG koreksi tajam pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026. Indeks turun 3,38 persen dan berhenti di level 7.129. Penurunan ini menegaskan tekanan jual yang masih mendominasi pasar, meskipun ruang pelemahan mulai terbatas.

Sepanjang pekan, IHSG mencatat penurunan hingga 6,61 persen. Kondisi IHSG koreksi tajam ini menunjukkan tekanan jual berlangsung konsisten dan menghapus peluang kenaikan sebelumnya, termasuk menutup gap yang sempat terbentuk.

Fase Akhir Koreksi Mulai Terlihat

Analis melihat pergerakan IHSG saat ini memasuki fase akhir dari tren penurunan. Pola gelombang menunjukkan indeks berada di wave [v], yang biasanya menjadi titik akhir dari siklus koreksi. Di sisi lain, skenario alternatif menempatkan IHSG pada akhir wave [b] dari wave B. Kedua skenario ini sama-sama mengindikasikan bahwa penurunan masih mungkin terjadi, namun dengan ruang yang semakin sempit.

Pada awal pekan, IHSG berpotensi menguji area 7.022 hingga 7.115. Level ini menjadi titik penting karena berfungsi sebagai penentu apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut. Jika tekanan jual tetap dominan, IHSG berisiko turun lebih dalam hingga menyentuh level 6.917. Sebaliknya, jika terjadi pemulihan, indeks akan menghadapi resistance di kisaran 7.313 hingga 7.484, yang kini menjadi area distribusi jangka pendek.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkum Jambi Dorong Indikasi Geografis Anyaman Purun dan Penguatan Koperasi Tanjung Jabung Barat

Pergerakan Saham Mulai Selektif

Pergerakan pasar tidak hanya dipengaruhi faktor teknikal. Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.200 per dolar AS turut menambah tekanan. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah juga mengurangi likuiditas di pasar saham.

Kondisi ini mendorong investor melakukan penyesuaian portofolio, sehingga tekanan jual masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Meskipun IHSG melemah, sejumlah saham mulai menunjukkan tanda-tanda akumulasi. Investor kini cenderung lebih selektif dalam memilih saham.

ADMR Tunjukkan Sinyal Akumulasi

Saham Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,90 persen ke level 1.880 dengan volume transaksi yang meningkat. Kenaikan ini mencerminkan minat beli yang mulai muncul. Area 1.775 hingga 1.865 menjadi titik masuk yang menarik, dengan target harga di kisaran 1.970 hingga 2.090.

Saham Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) turun 4,50 persen ke level 530. Pergerakan ini menunjukkan saham masih berada dalam fase koreksi. Investor dapat mencermati area 482 hingga 530, dengan peluang rebound ke 595 hingga 630 jika tekanan mereda.

Baca Juga :  OJK: Pasar Saham Indonesia Makin Transparan dan Kompetitif di Dunia

DAAZ Bergerak Melawan Tren

Saham Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) justru melonjak 5,80 persen ke level 2.370. Lonjakan ini didukung volume tinggi yang menunjukkan dorongan beli kuat. Namun, harga masih berada di bawah MA20, sehingga konfirmasi tren naik belum sepenuhnya terbentuk. Area 1.930 hingga 2.220 menjadi level penting untuk menjaga momentum, dengan target 2.670 hingga 2.910.

Saham Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 2,66 persen ke level 2.930. Tekanan jual masih membayangi, tetapi peluang rebound tetap terbuka. Area 2.720 hingga 2.880 menjadi level krusial, dengan potensi kenaikan ke 3.120 hingga 3.280.

Pasar Menunggu Titik Keseimbangan

Pergerakan saham saat ini menunjukkan pola yang serupa. Tekanan jual memang belum sepenuhnya hilang, tetapi permintaan mulai muncul secara bertahap di beberapa sektor. Pada awal pekan, pasar kemungkinan bergerak hati-hati. Pelaku pasar akan melihat apakah IHSG mampu bertahan di area support atau justru melanjutkan pelemahan. Dalam kondisi ini, kekuatan volume dan ketahanan harga di level support akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik
Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Lengkapnya
Cara Cek Desil Bansos Kemensos Oktober 2026 Pakai NIK
IHSG Melemah Tajam ke Level 5.907 Pagi Ini
Arti Status KPD Cek Bansos Kemensos KTP Terbaru
Harga Emas Antam 15 Oktober 2026 Anjlok, Cek Rincian Lengkap per Gram dan Pajaknya
Bertemu Bos Bank Dunia, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Disiplin Fiskal dan Hilirisasi Sawit
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Lengkapnya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cara Cek Desil Bansos Kemensos Oktober 2026 Pakai NIK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:06 WIB

IHSG Melemah Tajam ke Level 5.907 Pagi Ini

Berita Terbaru