Jakarta, Oegopost.id – PT Kliring Berjangka Indonesia mencatat lonjakan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi yang sangat signifikan sepanjang tahun berjalan. Pertumbuhan volume transaksi kliring komoditas KBI tersebut menembus angka 109,4 persen secara tahunan hingga September 2026.
Capaian impresif ini mempertegas peningkatan aktivitas perdagangan di pasar berjangka nasional secara nyata. Selain itu, angka tersebut membuktikan tingginya kepercayaan para pelaku pasar terhadap keandalan sistem kliring perseroan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama KBI, Adiyasa Suhadibroto, membeberkan langsung data pertumbuhan positif tersebut kepada publik. Pihaknya mencatat kenaikan volume transaksi sebesar 109,4 persen secara tahunan hingga penutupan kuartal ketiga.
Adiyasa menegaskan bahwa tren kenaikan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran manajemen perseroan. Manajemen bertekad mempertahankan kinerja positif sembari terus mendongkrak efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.
KBI juga terus memperkuat hubungan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan industri perdagangan berjangka. Komitmen tersebut bertujuan menjaga ekosistem pasar modal dan komoditas agar selalu stabil dan tepercaya.
Dorong Perluasan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi Bersama SRO
Perseroan memanfaatkan laju kenaikan transaksi ini untuk memperluas edukasi publik mengenai industri perdagangan berjangka. KBI aktif menjalin kolaborasi strategis bersama pihak regulator serta organisasi regulator mandiri atau SRO.
Kerja sama intensif tersebut juga melibatkan para pelaku industri berjangka terkemuka di tanah air. Seluruh pihak bersinergi memanfaatkan momentum Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 secara maksimal.
Program edukasi bersama ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai dinamika pasar komoditas digital. Publik kini dapat mengenali peluang keuntungan sekaligus mengukur risiko transaksi secara cermat dan mandiri.
Langkah sosialisasi ini juga membimbing para calon nasabah agar berani mengambil keputusan perdagangan secara bijak. Edukasi yang tepat meminimalkan potensi kerugian nasabah saat bertransaksi di platform daring.
KBI menyadari bahwa literasi keuangan yang kuat menjadi pondasi utama pertumbuhan industri PBK berkelanjutan. Karena itu, perseroan memprioritaskan agenda edukasi ini seiring perluasan pangsa pasar kliring.
Kelola Layanan Transaksi Terintegrasi Hingga Raih Penghargaan
KBI mengoperasikan berbagai infrastruktur teknologi modern untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah di seluruh Indonesia. Perseroan menyediakan Sistem Informasi Transaksi Nasabah atau SITNa demi memastikan transparansi data setiap pengguna.
Selain itu, perseroan mengembangkan platform IS-Ware Next Gen guna mendukung kelancaran layanan Sistem Resi Gudang. KBI pun mengelola Tin Market khusus untuk memfasilitasi perdagangan fisik timah murni batangan.
Perseroan yang mayoritas sahamnya milik Danantara Asset Management ini mengemban mandat vital di pasar komoditas. KBI menjalankan fungsi sentral kliring, penjaminan, dan penyelesaian seluruh transaksi perdagangan berjangka komoditi.
Tiga fungsi utama tersebut memastikan seluruh alur perdagangan berjalan aman, tepat waktu, dan terlindungi risiko gagal bayar. Ekosistem perdagangan komoditas nasional pun mampu bertumbuh secara sehat berkat pengawasan transaksi yang ketat.
Kinerja operasional dan tata kelola KBI yang solid menuai apresiasi tinggi dari kalangan penilai independen. Perseroan berhasil menyabet tiga penghargaan bergengsi dalam ajang The Asian Post Best State-Owned Enterprise 2026.(ar)









