Jakarta, Oegopost.id – IHSG dibuka melemah hari ini pada pembukaan perdagangan bursa hari Kamis (15/10/2026). Para investor langsung melepas kepemilikan saham sesaat setelah perdagangan resmi bergulir.
Berdasarkan pencatatan data perdagangan sekitar pukul 09.06 WIB, IHSG tergelincir 35,90 poin atau setara 0,60 persen. Penurunan tersebut menyeret posisi indeks acuan ke level 5.907,12 dari posisi penutupan sebelumnya pada 5.943,02.
Aksi jual saham mendominasi pergerakan pasar secara menyeluruh sejak menit-menit awal. Mayoritas emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia bergerak serempak di zona merah.
Indeks saham domestik sempat mencatatkan posisi pembukaan di level 5.917,13. Pergerakan liar bursa kemudian membawa laju indeks menyentuh rentang tertinggi 5.917,70 serta titik terendah 5.884,25.
Sebanyak 429 saham mengalami koreksi harga yang cukup signifikan pada pembukaan sesi pertama. Sementara itu, 135 saham tetap melaju di zona hijau dan 399 saham lainnya bertahan tanpa perubahan harga.
Aktivitas pasar menghimpun total volume transaksi sebesar 3,412 miliar lembar saham. Para pelaku pasar membukukan nilai transaksi Rp 1,087 triliun dengan frekuensi transaksi mencapai 122.000 kali.
Total kapitalisasi pasar modal Indonesia saat ini berada di angka Rp 10.374 triliun. Penurunan tajam IHSG turut menyeret seluruh indeks acuan domestik ke area koreksi.
Indeks LQ45 turun 3,85 poin atau 0,65 persen ke level 590,74. Saham-saham syariah pada indeks Jakarta Islamic Index juga menyusut 2,74 poin atau 0,78 persen menuju 349,96.
Indeks KOMPAS100 mencatatkan penurunan sebesar 6,19 poin atau 0,80 persen ke posisi 764,09. Pada saat yang sama, Indonesia Sharia Stock Index terkoreksi 1,40 poin atau 0,68 persen ke level 203,93.
Indeks IDX30 terpangkas 1,66 poin atau 0,50 persen hingga mencapai 329,50. Penurunan indeks Jakarta Islamic Index 70 melengkapi pelemahan dengan koreksi 1,28 poin atau 0,93 persen ke posisi 136,85.
Tekanan Jual Massal Menyeret Indeks Acuan Saham Domestik
Laju pasar modal domestik mencerminkan kepanikan pemodal menghadapi gejolak pasar pagi ini. Seluruh kelompok saham unggulan gagal mempertahankan reli harga akibat gelombang pelepasan portofolio.
Koreksi serentak pada enam indeks acuan utama menegaskan kuatnya tekanan jual di lantai bursa. Para manajer investasi menahan pembelian saham berkapitalisasi besar di tengah tingginya ketidakpastian.
Sektor berbasis syariah maupun saham berlikuiditas tinggi sama-sama tertekan di zona negatif. Kondisi tersebut memicu sikap hati-hati kalangan pemodal dalam mengeksekusi order beli baru.
Pelaku pasar terus memantau dinamika transaksi untuk mengantisipasi penurunan indeks yang lebih dalam. Sebagian investor memilih mengamankan likuiditas tunai hingga volatilitas pasar mereda.
Keluarnya dana jangka pendek mempersempit ruang gerak saham-saham penggerak indeks utama. Fenomena pelemahan serempak ini mengubah peta pergerakan harga saham sejak awal sesi.
Mayoritas Bursa Saham Asia Mengalami Kejatuhan Sangat Dalam
Sentimen negatif bursa regional memperburuk tekanan jual di pasar modal Indonesia pagi hari. Hampir seluruh indeks saham kawasan Asia Pasifik bergerak melemah secara kompak.
Bursa saham Korea Selatan memimpin kejatuhan bursa melalui anjloknya indeks KOSPI sebesar 7,59 persen. Kejatuhan tajam tersebut menempatkan indeks KOSPI pada level 5.552,46.
Pasar saham Jepang ikut ambruk akibat aksi jual masif pada perdagangan sesi pagi. Indeks Nikkei 225 merosot tajam 4,60 persen hingga bertengger di posisi 64.628,76.
Koreksi bursa China menambah panjang daftar indeks saham Asia yang rontok. Indeks SSE Composite melemah 1,46 persen menuju level 3.712,05.
Bursa Hong Kong turut mencatatkan penurunan melalui koreksi indeks Hang Seng sebesar 0,90 persen ke 24.095,19. Indeks acuan Australia S&P/ASX 200 melengkapi penurunan kawasan dengan pelemahan tipis 0,01 persen ke posisi 8.727,10.(ar)









