Jakarta, Oegopost.id – Laju kecepatan internet seluler Indonesia terus mencatatkan kenaikan positif dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, posisi jaringan seluler Tanah Air masih tertinggal cukup jauh dari negara tetangga di Asia Tenggara.
Data terbaru Speedtest Global Index edisi Agustus 2026 rilisan Ookla menempatkan Indonesia pada posisi ke-70 dunia. Median kecepatan unduh seluler nasional menyentuh angka 66,34 Mbps.
Sebaliknya, Vietnam sukses melesat ke peringkat ke-9 dunia dengan median kecepatan unduh 219,93 Mbps. Posisi Indonesia berada di urutan keenam dari delapan negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar pengujian tersebut.
Melihat kesenjangan angka tersebut, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) langsung angkat bicara. ATSI menilai publik perlu membandingkan performa jaringan antarnegara secara setara dan adil.
Faktor Kesiapan Spektrum Frekuensi Dan Ekosistem Perangkat
Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir meminta publik melihat waktu awal penggelaran jaringan generasi kelima di masing-masing wilayah. Ketersediaan spektrum frekuensi 5G juga menjadi penentu utama lonjakan performa unduh suatu negara.
Marwan menegaskan pembandingan kualitas internet harus berjalan setara atau apple to apple agar publik memahami akar masalah secara jernih. Operator telekomunikasi selalu mempertimbangkan kesiapan ekosistem sebelum menggelontorkan dana investasi dalam jumlah besar.
Faktor kesiapan tersebut mencakup ukuran pasar 5G serta tingkat keterjangkauan harga ponsel pintar di tengah masyarakat. Operator juga memantau jumlah perangkat aktif dalam jaringan serta kesiapan infrastruktur transmisi serat optik menuju menara pemancar.
Pemerintah sendiri baru membuka ketersediaan pita frekuensi 2,6 GHz untuk kebutuhan 5G pada tahun ini. Kehadiran spektrum baru tersebut menyimpan potensi besar untuk mendongkrak laju transfer data seluler nasional.
Kendati spektrum frekuensi baru telah terbuka, operator tetap memperhitungkan kalkulasi bisnis serta potensi pengembalian modal. Perusahaan telekomunikasi tidak ingin gegabah berekspansi tanpa dukungan daya serap pasar yang memadai.
Saat ini operator memfokuskan penggelaran jaringan generasi terbaru pada kota-kota besar serta kabupaten dengan tingkat kepemilikan gawai tinggi. Strategi selektif ini menjaga efisiensi belanja modal perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.
Rincian Data Peringkat Kecepatan Internet Seluler Regional
Operator seluler berkomitmen menghadirkan layanan telekomunikasi prima lewat sokongan investasi terukur. Namun, perluasan cakupan jaringan tetap wajib menyesuaikan daya beli riil masyarakat terhadap ponsel pintar penunjang.
Marwan menekankan seluruh target pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional harus berpijak pada kondisi lapangan yang realistis. Operator berhati-hati melangkah agar pembangunan infrastruktur digital tidak membebani kesehatan finansial industri.
Meski masih tertinggal dari Vietnam, posisi Indonesia global sejatinya naik dua tingkat pada periode Agustus 2026. Kecepatan unduh seluler sebesar 66,34 Mbps ini juga jauh melampaui capaian internet kabel tetap nasional yang tercatat 51,40 Mbps.
Untuk kategori jaringan kabel tetap atau fixed broadband, Indonesia menempati urutan ke-113 dunia dan urutan kesembilan di Asia Tenggara. Sementara untuk jaringan seluler, performa unduh Indonesia menempel ketat Jepang di peringkat ke-69 dunia dengan selisih tipis 0,14 Mbps.
Pada saat bersamaan, Filipina membayangi posisi Indonesia di peringkat ke-71 dunia dengan selisih kecepatan unduh hanya 0,01 Mbps. Jaringan seluler Indonesia juga menorehkan kecepatan unggah sebesar 19,80 Mbps dengan tingkat latensi 20 milidetik.
Berikut urutan kecepatan unduh internet seluler negara Asia Tenggara versi Speedtest Global Index Agustus 2026:
-
Vietnam: 219,93 Mbps (Peringkat 9 Dunia)
-
Malaysia: 165,32 Mbps (Peringkat 14 Dunia)
-
Singapura: 164,35 Mbps (Peringkat 16 Dunia)
-
Thailand: 143,45 Mbps (Peringkat 26 Dunia)
-
Kamboja: 111,90 Mbps (Peringkat 43 Dunia)
-
Indonesia: 66,34 Mbps (Peringkat 70 Dunia)
-
Filipina: 66,33 Mbps (Peringkat 71 Dunia)
-
Laos: 44,62 Mbps (Peringkat 84 Dunia).(ar)









