JAMBI, Oegopost.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan delapan unit tempat tidur perawatan intensif (ICU Bed) canggih ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi. Fasilitas baru ini memperkuat daya tampung dan kualitas penanganan pasien kritis di wilayah Jambi.
Ranjang medis modern ini mengusung teknologi digital mutakhir. Setiap unit ranjang terpasang tablet pintar yang terhubung langsung ke jaringan WiFi dan sistem informasi rumah sakit.
Perangkat tablet tersebut memudahkan dokter dan perawat memantau rekam medis pasien secara langsung di samping tempat tidur. Akses data digital yang cepat memangkas birokrasi manual saat tenaga medis mengambil tindakan darurat.
Direksi Cek Langsung Fungsi Ranjang Digital
Guna memastikan seluruh perangkat aman dan siap pakai, Direktur RSUD Raden Mattaher, drg. Iwan Hendrawan, MARS, menguji fungsi tempat tidur tersebut secara langsung. Ia memeriksa seluruh tombol mekanik, sensor posisi, hingga kestabilan koneksi internet tablet.
Iwan menegaskan bahwa pengujian ini krusial sebelum rumah sakit menempatkan pasien ke ranjang tersebut. Pihak rumah sakit menyiapkan tempat tidur baru ini untuk ruang perawatan kritis seperti ICU, PICU untuk anak, dan ICCU untuk pasien jantung.
Pengadaan delapan ranjang pintar ini masuk dalam program Pengadaan Alat Kesehatan dan Infrastruktur KJSU-KIA Kemenkes. Pemerintah mendanai proyek ini lewat Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA-BUN) Tahun Anggaran 2026.
Program prioritas ini berfokus pada penguatan layanan penyakit katastropik, khususnya kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Sidak Layanan Bedah Jantung dan Farmasi
Manajemen RSUD Raden Mattaher juga memeriksa kesiapan unit-unit penunjang lainnya. Iwan mengajak jajaran direksi berkeliling meninjau sejumlah fasilitas penting pada Jumat (30/10/2026).
Rombongan direksi mendatangi Poliklinik Bedah, Gudang Farmasi Rawat Jalan, ruang ICU/VICU, hingga Ruangan Bedah Jantung Terpadu. Wakil Direktur Pelayanan dr. Anton Trihartanto, Sp.B, dan Wakil Direktur Umum Dr. Mustarhadi ikut mengawal inspeksi ini.
Sidak lapangan tersebut bertujuan memetakan kendala teknis serta mengecek ketersediaan obat dan alat penunjang operasi. Langkah ini sekaligus memastikan integrasi layanan dari poliklinik hingga ruang bedah berjalan mulus.
Kehadiran perangkat baru dan pembenahan ruang perawatan intensif ini mempercepat langkah RSUD Raden Mattaher dalam menangani kasus-kasus gawat darurat. Warga Jambi kini dapat memperoleh perawatan medis berteknologi tinggi tanpa harus dirujuk ke luar provinsi.(ar)









