Merangin, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Merangin menyatakan kesiapan penuh memperkuat sinergi lintas sektoral guna memaksimalkan penanganan karhutla di Jambi. Langkah strategis ini menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Wakil Bupati Merangin H A Khafid menyampaikan komitmen tersebut mewakili Bupati H M Syukur usai menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla. Pertemuan tingkat provinsi tersebut berlangsung di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Senin, 31 Agustus.
Wabup Khafid menghadiri agenda penting tersebut dengan mendampingi Kepala Pelaksana BPBD Merangin M Sahiri secara langsung. Ia menegaskan bahwa upaya pemadaman serta pencegahan kebakaran tidak bisa berjalan secara parsial oleh satu instansi saja.
Keterpaduan antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah Jambi dari ancaman karhutla yang merusak lingkungan. Pemerintah daerah terus menggandeng jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Langkah kolaborasi ini bertujuan agar petugas dapat mendeteksi serta memadamkan setiap titik api seketika saat muncul di lapangan. Respons cepat sangat menentukan keselamatan lingkungan sebelum kobaran api merambat luas akibat tiupan angin kemarau.
Upaya Pemkab Merangin Mencegah Kebakaran Hutan Dan Lahan
Bupati Merangin H M Syukur telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh warga sejak jauh-jauh hari. Beliau melarang keras masyarakat membuka area perkebunan atau lahan pertanian baru dengan cara membakar.
Pemerintah daerah juga melarang warga membakar sampah di lingkungan permukiman selama musim kemarau berlangsung. Imbauan ini bertujuan meminimalisasi potensi percikan api yang dapat memicu kebakaran besar di kawasan pemukiman maupun hutan.
Rapat koordinasi tingkat provinsi tersebut menghadirkan jajaran pejabat penting dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada turut hadir secara langsung dalam pertemuan strategis tersebut.
Gubernur Jambi H Al Haris memimpin rakor ini bersama Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin. Rapat ini juga menghadirkan para bupati serta wali kota atau perwakilan resmi dari seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menekankan pentingnya kecepatan petugas dalam merespons setiap laporan titik api. Informasi dari lapangan harus segera sampai kepada instansi terkait agar petugas dapat bertindak cepat.
Kecepatan Respon Laporan Titik Api Di Lahan Gambut
Kecepatan alur informasi akan mempercepat pengerahan personel serta dukungan peralatan operasi ke lokasi kebakaran. Petugas dapat langsung menjalankan operasi pemadaman secara terukur sebelum api membesar dan meluas ke area lain.
Pangdam memberikan perhatian khusus terhadap penanganan titik api yang muncul di kawasan lahan gambut. Karakteristik lahan gambut memerlukan teknik pemadaman spesifik karena api sering kali menyebar di bawah permukaan tanah.
Seluruh pimpinan daerah beserta jajaran TNI dan Polri menyepakati komitmen bersama dalam penanggulangan bencana kebakaran. Mereka memastikan seluruh tindakan operasional di lapangan berjalan secara terpadu, cepat, dan presisi.
Rapat koordinasi yang berlangsung serius ini menjadi momentum penting bagi penguatan konsolidasi antarlembaga daerah. Seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan menyatukan langkah demi mengamankan wilayah Jambi dari bencana karhutla.
Melalui sinergi yang solid, Kabupaten Merangin optimistis dapat menekan risiko timbulnya titik api secara signifikan. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan setiap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.(ar)









