Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi Misman.(poto: jambiprima.com).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi Misman.(poto: jambiprima.com).

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi terus memperketat pengawasan kesehatan masyarakat demi menekan angka stunting di wilayahnya. Berdasarkan pendataan terbaru hingga Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat sebanyak 362 anak terdeteksi mengalami gangguan pertumbuhan tersebut.

Persoalan stunting di Kota Jambi menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menjaga kualitas hidup generasi mendatang. Angka penemuan kasus ini diperoleh dari pemeriksaan intensif terhadap sekitar 18 ribu sasaran anak yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi Misman membenarkan temuan data medis tersebut. Pihaknya mencatat persentase kasus stunting mencapai 1,91 persen dari total anak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Temuan lapangan ini mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan tindakan nyata dalam mendampingi keluarga terdampak. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jambi terus menggandeng berbagai instansi teknis untuk menuntaskan masalah gizi buruk ini.

Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh kasus stunting secara bertahap. Penanganan intensif menyasar langsung anak-anak yang telah teridentifikasi agar mendatangkan hasil optimal.

Baca Juga :  Pemkot Jambi dan Baznas Perkuat Akses Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Tidak Mampu

Selain memprioritaskan anak yang sudah terdiagnosis, pemerintah juga memetakan kelompok masyarakat yang masuk kategori berisiko. Langkah pencegahan sejak dini dinilai sangat krusial agar angka kasus baru tidak kembali melonjak.

Pemerintah Kota Jambi Tangani Kasus Stunting Anak

Petugas lapangan mencatat lebih dari 10 ribu warga masuk dalam indikasi berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Angka tersebut muncul setelah tim medis melakukan evaluasi mendalam terhadap lebih dari 92 ribu sasaran pendataan.

Misman meluruskan pemahaman publik mengenai status kategori berisiko yang tertera dalam data terbaru tersebut. Warga yang masuk daftar berisiko belum tentu mengalami stunting secara langsung.

Tim kesehatan mengukur tingkat risiko masyarakat menggunakan sejumlah indikator medis yang sangat terukur. Evaluasi tersebut mencakup penilaian kondisi usia kehamilan serta usia ibu saat mengandung.

Penetapan kriteria berisiko bertujuan mempercepat intervensi bantuan gizi sebelum masalah pertumbuhan benar-benar terjadi pada anak. Pemantauan ketat ini diharapkan mampu menekan potensi munculnya kasus baru di tengah masyarakat.

Sebaran kelompok berisiko ini terdeteksi merata di 11 kecamatan yang ada di seluruh wilayah kota. Kondisi ini menuntut kesiapan fasilitas kesehatan primer di tingkat kecamatan hingga kelurahan.

Baca Juga :  Wali Kota Jambi Mempererat Silaturahmi Dan Sosialisasi Program Pembangunan Lewat Peringatan Maulid Nabi

Kecamatan Alam Barajo Catat Sasaran Berisiko Tinggi

Kecamatan Alam Barajo menempati urutan teratas sebagai wilayah dengan jumlah sasaran berisiko stunting terbanyak. Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada kawasan pemukiman padat penduduk ini.

Tingginya angka keterpaparan risiko di Alam Barajo berkaitan erat dengan proporsi populasi masyarakat yang sangat besar. Jumlah penduduk yang mendominasi secara otomatis memengaruhi total sasaran pemeriksaan di lapangan.

Pemerintah Kota Jambi memanfaatkan pemetaan wilayah ini untuk mendistribusikan program bantuan gizi secara merata dan tepat sasaran. Pendekatan berbasis data mempermudah petugas dalam menjangkau keluarga penerima manfaat.

Sinergi antarinstansi terus di perkuat guna memastikan seluruh balita dan ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan memadai. Langkah kolaboratif ini menjadi kunci utama Pemkot Jambi dalam menciptakan lingkungan bersih dari stunting.

Kerja sama aktif antara masyarakat dan petugas medis di lapangan akan mempercepat pencapaian target penanganan gizi. Pemerintah optimistis angka penanganan anak stunting di Kota Jambi dapat tuntas sesuai target.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan
Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ
Dinkes Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Penularan ISPA
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Melonjak Hingga 498 Orang
PetroChina Jabung Tingkatkan Kesigapan Tim Medis Lewat Lokakarya Prosedur Evakuasi Medis Darurat
Rumah Sakit Tipe D Masurai Segera Hadir, Warga Luhak 16 Tak Perlu ke Bangko Lagi
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Tinjau Pelayanan JKN RSUD Jambi
BPJS Kesehatan Dorong Standar Layanan Peserta JKN Lewat CX126
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:49 WIB

194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ

Selasa, 29 September 2026 - 16:14 WIB

Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 16:10 WIB

Dinkes Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Penularan ISPA

Jumat, 25 September 2026 - 12:43 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Melonjak Hingga 498 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi: Desain modern Realme P4s Lite varian warna Nebula Black & Moonlight Silver dengan baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Realme P4s Lite Resmi Meluncur Bawa Baterai 7.000 mAh

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi perangkat flagship Samsung Galaxy Ultra. Model Galaxy S27 Ultra dirumorkan mengusung baterai 5.700mAh dengan pengisian 60W yang lebih efisien.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra Isi Baterai Lebih Kencang

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:58 WIB