Penyebab Flek Hitam Saat Hamil dan Langkah Tepat Mencegahnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: flek hitam.(poto: hello sehat).

Ilustrasi: flek hitam.(poto: hello sehat).

Jakarta, Oegopost.id – Lonjakan hormon masa kehamilan kerap memicu kemunculan bercak kecokelatan atau melasma pada area wajah. Dokter mengenali kondisi ini sebagai pregnancy mask yang umumnya membentuk pola simetris pada pipi, dahi, hidung, serta dagu.

Dr Lavanya Kiran menjelaskan bahwa peningkatan hormon estrogen dan progesteron memegang peranan utama dalam memicu masalah ini. Hormon-hormon tersebut merangsang melanosit memproduksi pigmen kulit secara berlebihan, terutama ketika sinar matahari menyengat kulit wajah.

Sebuah riset tahun 2024 mengungkapkan bahwa melasma menyerang sekitar 36,4 hingga 75 persen perempuan hamil. Kondisi ini lebih sering menyasar pemilik warna kulit gelap serta perempuan yang memiliki riwayat keluarga serupa.

Baca Juga :  Rumah Sakit Tipe D Masurai Segera Hadir, Warga Luhak 16 Tak Perlu ke Bangko Lagi

Kondisi kulit ini memang tidak mengganggu keselamatan janin, tetapi perubahan tampilan wajah sering menurunkan rasa percaya diri ibu hamil. Tekanan stres, pola tidur yang buruk, serta kehamilan kembar semakin memperbesar peluang munculnya bercak gelap tersebut.

Ibu hamil perlu mengutamakan langkah pencegahan karena prosedur medis tertentu berisiko membahayakan perkembangan janin. Dr Kiran menganjurkan pemakaian tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 setiap hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Penggunaan topi bertepi lebar serta upaya membatasi aktivitas di bawah terik matahari siang hari memberi perlindungan ekstra. Kebiasaan ini secara efektif menghambat rangsangan berlebih pada sel-sel penghasil pigmen kulit.

Baca Juga :  Kebiasaan Bangun Jam 3 Pagi Bantu Tingkatkan Fokus dan Kesehatan

Ibu hamil sebaiknya hanya memilih pembersih wajah serta pelembap berformula lembut untuk rutinitas harian. Mereka wajib menjauhi bahan aktif seperti retinoid, krim pemutih keras, serta tindakan eksfoliasi kimiawi tanpa rekomendasi dokter.

Tubuh biasanya mengembalikan warna kulit ke kondisi semula secara bertahap seiring stabilnya kembali kadar hormon pascapersalinan. Ibu dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit jika bercak hitam tersebut masih bertahan lama setelah melahirkan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Pemicu Katarak Mengintai Usia Muda di Wilayah Tropis
194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan
Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ
Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting
Dinkes Jambi Imbau Masyarakat Waspadai Penularan ISPA
Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang Melonjak Hingga 498 Orang
PetroChina Jabung Tingkatkan Kesigapan Tim Medis Lewat Lokakarya Prosedur Evakuasi Medis Darurat
Rumah Sakit Tipe D Masurai Segera Hadir, Warga Luhak 16 Tak Perlu ke Bangko Lagi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Waspada Pemicu Katarak Mengintai Usia Muda di Wilayah Tropis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Penyebab Flek Hitam Saat Hamil dan Langkah Tepat Mencegahnya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:49 WIB

194 Calon Jamaah Haji Tebo Jalani Tes Kesehatan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kualitas Udara Kota Jambi Memburuk, Pemkot Perpanjang Sistem PJJ

Selasa, 29 September 2026 - 16:14 WIB

Pemkot Jambi Mendata 362 Anak Terdeteksi Mengalami Stunting

Berita Terbaru

Ilustrasi: Seorang pekerja lapangan mengenakan kacamata hitam dan topi demi melindungi mata dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.(poto: AI).

Kesehatan

Waspada Pemicu Katarak Mengintai Usia Muda di Wilayah Tropis

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:57 WIB

Ilustrasi: flek hitam.(poto: hello sehat).

Kesehatan

Penyebab Flek Hitam Saat Hamil dan Langkah Tepat Mencegahnya

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:53 WIB

Ilustrasi: Anak muda gunakan aplikasi pesan lambat untuk nikmati interaksi digital yang lebih tenang dan bermakna.(poto: AI).

Teknologi

Lelah Pesan Instan, Gen Z Pilih Kirim Teks Lambat

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:47 WIB