Jakarta, Oegopost.id – PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pengiriman bahan bakar minyak ke sejumlah daerah dengan menerjunkan 72 unit mobil tangki tambahan. Langkah ini menyasar tiga provinsi strategis, yakni Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung.
Perusahaan mengambil tindakan cepat ini untuk menjaga ketersediaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum. Pasokan armada baru tersebut sekaligus memangkas kepadatan kendaraan yang sempat mengular di area pengisian bahan bakar.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan komitmen perusahaannya dalam menjaga kelancaran pasokan energi ke masyarakat. Pihaknya terus memacu distribusi BBM melalui penambahan armada tangki, optimalisasi jam kerja terminal, serta kerja sama erat dengan pemerintah daerah.
Rincian Distribusi Armada dan Jam Operasional SPBU
Pertamina Patra Niaga menyalurkan armada tambahan tersebut melalui skema sewa langsung demi merespons kebutuhan lapangan secara instan. Jawa Timur menerima alokasi terbesar dengan tambahan 41 mobil tangki berkapasitas total 1.184 kiloliter.
Guna menunjang armada baru tersebut, Pertamina mengoperasikan sejumlah terminal BBM di Jawa Timur selama 24 jam penuh. Sebanyak 17 SPBU di wilayah ini juga membuka layanan nonstop sepanjang hari untuk melayani pembeli.
Sulawesi Utara memperoleh tambahan 11 unit mobil tangki dengan daya tampung mencapai 200 kiloliter. Manajemen Pertamina turut memperpanjang jam kerja Integrated Terminal Bitung hingga 24 jam guna mempercepat pengisian bahan bakar ke truk tangki.
Provinsi Lampung menerima pasokan 20 mobil tangki baru dengan kapasitas angkut 320 kiloliter. Pertamina juga mengalirkan pasokan cadangan sebesar 120 kiloliter langsung dari Integrated Terminal Palembang untuk memperkuat stok BBM di Lampung.
Antrean Berangsur Normal dan Pengawasan Lapangan
Langkah taktis ini langsung membuahkan hasil nyata di lapangan. Hasil pemantauan operasional Pertamina mencatat antrean kendaraan di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara sudah kembali tertib dan terkendali.
Kondisi serupa terlihat di Lampung serta Gorontalo yang terus menunjukkan penurunan panjang antrean kendaraan. Tim operasional Pertamina kini memprioritaskan pengiriman BBM langsung ke SPBU yang mencatat lonjakan konsumsi tinggi.
Kitty mengingatkan bahwa setiap wilayah menghadapi rintangan logistik yang berbeda, mulai dari lonjakan konsumsi warga, kontur jalan yang terjal, hingga kendala sandar kapal tangker di pelabuhan. Oleh karena itu, Pertamina menyiapkan skema pengalihan pasokan dari terminal penyangga terdekat untuk menutup potensi kekosongan stok.
Pertamina Patra Niaga menggandeng aparat penegak hukum dan dinas terkait guna mengawasi distribusi di lapangan agar BBM tepat sasaran. Perusahaan pun mengimbau para pengendara agar mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan pembelian berlebihan secara panik.(ar)









